Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Bisakah Boikot Membantu Perjuangan Palestina?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Desember 2023 16:36 4:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Desember 2023 17:00
Bagikan
Bagikan

Melakukan hukuman kolektif terhadap ‘Israel’ dan para pendukungnya dan tidak berbelanja dan mengkonsumsi produknya berarti ikut menantang status quo, dan mendukung pembebasan bangsa Palestina

Oleh: Jinan Deena

Hidayatullah.com | DALAM dua bulan terakhir, sejak kantor perusahaan Starbucks mengumumkan akan menuntut serikat pekerjanya karena memposting pernyataan pro-Palestina, akibat boikot yang kuat telah mengakibatkan kerugian hampir $12 miliar bagi perusahaan tersebut.

Menurut beberapa laporan, bisnis sangat menderita di Maroko, dan banyak lokasi di negara-negara Arab, termasukdi Amerika, yang juga mengalami penurunan penjualan. Hal ini menunjukkan satu hal keberhasilan boikot.

Sejak tahun 2005, Gerakan BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi) resmi telah menjalankan upaya boikot terkoordinasi untuk membantu Palestina. Kelompok internasional ini memilih target boikot konsumen seperti SodaStream serta target divestasi terhadap perusahaan yang melanggengkan penjajah tanah Palestina oleh ‘Israel’.

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Selama hampir dua dekade, BDS telah menerapkan strategi ini sebagai cara untuk memotong sumber daya kepada pihak yang mendanai penjajah dan melakukan perubahan demi pembebasan dan kebebasan bangsa Palestina.

Di seluruh Amerika Serikat, banyak kampus perguruan tinggi telah mengeluarkan resolusi untuk melakukan divestasi (pengurangan aset) dari perusahaan-perusahaan ini, sehingga menimbulkan boikot terhadap generasi baru, lebih muda, dan lebih energik.

Sejak bulan Oktober, kampanye yang mendesak para pendukung Palestina untuk memboikot perusahaan seperti McDonald’s, Disney, Starbucks, Coca Cola dan lainnya telah menjadi viral di seluruh dunia. Di beberapa negara, restoran telah menghapus produk Coca Cola dan Pepsi.

Di tempat lain, orang-orang telah membatalkan langganan Disney+ mereka, dan terdengar ada anak-anak kecil yang berkata bahwa mereka tidak akan makan McDonald’s karena McDonald’s membunuh anak-anak di Gaza – dan kita semua tahu betapa anak-anak sangat menyukai Happy Meals!

Dengan setiap tindakan yang terkoordinasi, kami telah melihat akibat dari berkurangnya penjualan dan pendapatan.

Beberapa boikot telah meluas hingga melampaui korporasi, karena semakin banyak orang yang sadar akan ke mana mereka membelanjakan uangnya. Di banyak kota besar, para aktivis telah menerbitkan daftar bisnis ‘Israel’ yang harus diboikot, dan juga membagikan bisnis Palestina yang harus mereka dukung.

Perusahaan-perusahaan yang pemiliknya adalah sekutu perjuangan Palestina juga menerima dukungan tambahan, karena mereka menjadi sasaran karena mereka berani angkat bicara.

Di negara-negara Barat, penata rias, pembuat konten, dan influencer menghadapi reaksi keras karena menganjurkan gencatan senjata dan mengakhiri penjajah.

Pada gilirannya, banyak pendukung pro-Palestina telah bergerak untuk mendukung mereka, meskipun mereka tidak selalu sejalan dengan konten mereka yang biasa.

Bahkan saya, dengan pengikut Instagram yang sederhana namun berpengaruh, telah melihat sepuluh kali lipat pengikut baru dibandingkan mereka yang berhenti mengikuti saya. Pesannya jelas – berbicara dengan integritas berarti berada di pihak yang benar dalam sejarah.

Apa arti semua ini bagi ‘Israel’?

Sudah terlalu lama pemerintah ‘Israel’ mengendalikan narasi publik dan menyebut dirinya sebagai korban. Namun, dengan pengaruh media sosial dan penyebaran informasi yang disampaikan dalam hitungan detik melalui ponsel kita, menghilangkan kebohongan pemerintah penjajah, menjadi lebih mudah.

Semakin banyak orang yang angkat bicara di forum publik, dan dengan meningkatnya dukungan, akan lebih mudah untuk mengambil tindakan.

Tidak ada orang yang suka menjadi satu-satunya orang yang bersuara, namun memboikot adalah cara yang lebih mudah untuk menunjukkan dukungan karena orang tersebut menjadi bagian dari suatu kolektif.  Kita saling menyemangati, saling bertanggung jawab, dan mengucapkan selamat atas kemenangan kecil dan besar.

Hati nurani masyarakat mulai terbangun. Setelah lebih dari 75 tahun penjajah brutal terhadap bangsa Palestina, mereka menerobos tembok yang dibangun di sekitar mereka, merampas tanah, menembaki dan membantai pemilik atau sang penghuni asli.

Kapitalisme telah membuat kita merasa bahwa tanpa fasilitas /modal tertentu, kita tidak berdaya. Bahwa jika kita memutuskan untuk menghilangkan kenyamanan dari hidup kita, kita akan terlihat ekstrem atau radikal dalam aktivisme kita.

Namun memutus ikatan tersebut merupakan wujud cinta dan wujud ketahanan dalam menghadapi konsumerisme. Salah satu ujian terbesarnya adalah kampanye untuk memboikot semua pembelanjaan pada pendukung ‘Israel’.

Penyelenggara dan aktivis Palestina di AS membahas tindakan ini dengan hangat. Pada akhirnya, mudah untuk menganggap hari itu sebagai taktik mengalihkan perhatian dari semua yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat.

Selama kita terus melakukan dengan kesadaran, kita dapat merasa yakin bahwa kita telah melakukan semua yang kita bisa kita lakukan. Yakni untuk kebebasan rakyat Palestina!

Apakah kita benar-benar membutuhkan perangkat elektronik lain (selain produk pendukung Israel)? Apakah kita benar-benar membutuhkan lebih banyak pakaian?

Melepaskan diri dari konsumerisme pada dasarnya sebenarnya membebaskan diri kita sendiri.

Ketika agresi dan pembantaian terus berlanjut dan tindakan kita mulai terasa kurang berdampak, dan ketika orang-orang sudah mulai kelelahan dan akan terganggu dengan musim liburan yang segera datang, akankah kita mampu mempertahankan momentum yang telah kita bangun ini?

Saya ingin mengatakan ya, kita akan melakukannya. Karena kita telah melihat hasil yang sangat positif dari upaya ini.

Pembantaian yang terus berlanjut terhadap saudara dan saudari kita di Gaza, di Tepi Barat dan bagian lain Palestina, telah menunjukkan kepada kita bahwa ketahanan adalah satu-satunya jawaban kita.

Apa ketidaknyamanan kecil saat memilih merek minuman berkarbonasi lain, ataukah memilih layanan streaming lain (selain pendukung Israel), atau membeli kopi dari kafe lokal yang lebih baik di tengah genosida yang sedang berlangsung?

Selama kita terus mengkonsumsi dan memilih semua itu dengan kesadaran, kita dapat merasa yakin bahwa kita telah melakukan semua yang kita bisa pada saat ini. Yakni, kebebasan rakyat Palestina bergantung padanya, tergantung kesadaran kita.*

Jinan Deena, seorang aktivis dan kurator Kuliner Perhotelan Palestina, Bayti(Rumahku, dalam bahasa Arab). Artikel dimuat di laman TRTWorld

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi boikotboikot produk Israelcoca colaHeadlineMcDonald'spendukung IsraelPilihan Redaksistarbucks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puma Dikabarkan akan Setop Kerjasama dengan Timnas ‘Israel’, Efek Boikot?
Tulisan selanjutnya Yahya Sinwar: Sang Perancang 'Operasi Taufan Al-Aqsha' Yahya Sinwar: Sang Perancang ‘Operasi Taufan Al-Aqsha’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?