Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hamas: Kami Tidak akan Letakkan Senjata

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 Juni 2024 13:29 1:29 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 Juni 2024 13:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemimpin Hamas Yahya Sinwar mengatakan bahwa gerakan perlawanan tersebut tidak akan meletakkan senjatanya dan hanya akan menerima proposal gencatan senjata yang berkomitmen untuk mengakhiri perang secara permanen, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) pada 6 Juni.

“Hamas tidak akan menyerahkan senjatanya atau menandatangani proposal yang meminta hal itu,” kata Sinwar dalam pesan yang ditujukan kepada para mediator Arab.

Pesan tersebut muncul ketika direktur CIA William Burns kembali ke Qatar untuk melanjutkan perundingan dan mediasi, yang kali ini bertujuan untuk memperkuat proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Presiden AS Joe Biden pada tanggal 31 Mei.

Biden mempresentasikan proposal tersebut dalam pidatonya pekan lalu, dengan mengatakan bahwa Israel telah menawarkannya. Tel Aviv kemudian mengakui bahwa mereka mengizinkan tim negosiasi untuk mempresentasikan rencana tersebut kepada para mediator, tetapi para pejabat sejak itu menekankan bahwa rancangan yang diluncurkan oleh presiden AS itu “tidak lengkap.”

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu pada hari Senin memastikan bahwa pihaknya tidak akan menyetujui gencatan senjata permanen sampai Hamas dikalahkan. “Perang akan dihentikan untuk tujuan mengembalikan para sandera, dan kemudian kita akan melanjutkan dengan diskusi,” katanya pada hari Senin.

Baca Juga

Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
Perang dengan Iran Kuras Persediaan Rudal Amerika Serikat
Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat
Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia

Entitas Zionis ‘Israel’ telah menolak sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB rancangan AS dan ingin diajukan ke pemungutan suara.

Menurut salinan rencana gencatan senjata yang diusulkan AS, diperoleh secara eksklusif oleh Middle East Eye (MEE), inisiatif tersebut tidak mencakup gencatan senjata permanen. Sebaliknya, rencana tersebut menyerukan “penghentian sementara operasi militer” selama 42 hari diikuti oleh negosiasi “terbuka” untuk gencatan senjata permanen.

“Gencatan senjata sementara” berpotensi diperpanjang setelah fase 42 hari “selama negosiasi tentang kondisi tahap kedua dari perjanjian [tersebut] sedang berlangsung,” demikian bunyi dokumen tersebut, menurut MEE.

Rencana tersebut melanggar persyaratan utama Hamas untuk sebuah perjanjian, yakni penghentian perang secara permanen, sehingga kecil kemungkinan gerakan itu akan menerimanya.

Hamas telah mengisyaratkan bahwa mereka masih mengkaji proposal Biden.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjataHAMASisraelmediasinegosiasiPerang Palestina-IsraelYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korea Utara Kembali Terbangkan Ratusan Balon Sampah ke Selatan
Tulisan selanjutnya Houthi Yaman Menahan Sedikitnya 9 Staf PBB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

Artikel
2 Agustus 2026 19:33
Apa itu Project Panama? Mengapa Anthropic Menghancurkan Buku-Buku Langka Demi Melatih AI
Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang
Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda

Terbaru

  • Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
  • Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
  • Perang dengan Iran Kuras Persediaan Rudal Amerika Serikat
  • Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
  • Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat
  • Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia
  • Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara
  • Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
  • Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
  • Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara

4 Agustus 2026 20:41
Berita

Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq

4 Agustus 2026 19:36
Naim Qassem Sekjen Hizbullah
Berita

Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah

4 Agustus 2026 19:10
Dahnil Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah
Berita

Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah

4 Agustus 2026 18:43
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?