Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Idul Fitri di Indonesia: Antara Doa dan Permintaan Maaf

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 April 2025 15:17 3:17 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 April 2025 16:45
Bagikan
Bagikan

Antara doa dan permintaan maaf –dalam tradisi Idul Fitri— keduanya memiliki makna yang mendalam dalam memperkuat hubungan spiritual dan sosial kita

Oleh: Dr. Kholid A.Harras

Hidayatullah.com | IDUL FITRI adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, Idul Fitri menjadi hari kemenangan yang dirayakan dengan penuh suka cita. Namun, ada beberapa aspek tradisi Idul Fitri di Indonesia yang menarik untuk direnungkan, terutama terkait dengan makna doa dan permintaan maaf.

Doa dan Harapan di Hari Kemenangan

Secara teologis, Idul Fitri adalah waktu untuk saling mendoakan agar ibadah Ramadan yang telah dijalani diterima oleh Allah SWT. Ucapan “minal aidin wal faizin” yang sering terdengar, memiliki arti “semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan orang-orang yang menang”.

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Ini mencerminkan harapan agar setiap Muslim yang telah berpuasa dapat meraih kemenangan spiritual dan kembali ke fitrah, yaitu keadaan suci seperti saat dilahirkan.

Namun, tidak ada jaminan bahwa setiap ibadah puasa yang dilakukan akan diterima oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadist, “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Bukhari)

Hadist ini menekankan pentingnya niat dan kualitas ibadah puasa, bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Oleh karena itu, doa dan harapan agar ibadah diterima menjadi sangat penting dalam tradisi Idul Fitri.

Permintaan Maaf: Lahir dan Batin

Di Indonesia, tradisi meminta maaf lahir dan batin menjadi salah satu ciri khas perayaan Idul Fitri. Ucapan “mohon maaf lahir dan batin” sering kali diucapkan sambil bersalaman dengan keluarga, teman, dan tetangga. Namun, secara semantik, pengertian “maaf lahir dan batin” bisa jadi membingungkan.

Lahir berarti tampak atau di luar, sedangkan batin berarti tidak tampak atau di dalam. Permintaan maaf ini seharusnya mencakup kesalahan yang terlihat maupun yang tidak terlihat, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Permintaan maaf ini mencerminkan kesadaran bahwa manusia tidak luput dari kesalahan (error) dan kekhilafan (mistake). Dengan meminta maaf, kita mengakui kelemahan dan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia, serta berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.

Namun, perlu diingat bahwa permintaan maaf bisa dilakukan kapan saja, terutama ketika terjadi kesalahpahaman. Oleh karena itu, yang seharusnya lebih diprioritaskan dan dipahami saat Idul Fitri adalah saling mendoakan agar ibadah Ramadan diterima oleh Allah, karena inilah esensi dari hari kemenangan tersebut.

Tradisi di Zaman Rasulullah

Dalam literatur Islam, tidak ditemukan dalil atau hadist yang secara khusus menganjurkan tradisi bermaaf-maafan saat Idul Fitri. Menurut sejumlah hadist, saat hari Idul Fitri atau usai Ramadan, Rasulullah ﷺ dan para sahabat ketika bertemu saling mendoakan dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian)

Pada  masyarakat Timur Tengah saat ini, tradisi saling bermaafan saat Idul Fitri juga tidak umum dilakukan. Perayaan Idul Fitri di negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab lebih fokus pada shalat Id, berbagi hidangan, dan saling mendoakan. Permintaan maaf biasanya dilakukan kapan saja, terutama ketika terjadi kesalahpahaman atau konflik, bukan khusus pada hari raya.

Kesimpulan

Tradisi Idul Fitri di Indonesia, dengan segala keunikannya, mengajarkan kita tentang pentingnya doa dan harapan agar ibadah kita diterima oleh Allah, serta kesadaran akan pentingnya meminta maaf atas segala kesalahan.

Meskipun ada perbedaan dalam penekanan antara doa dan permintaan maaf, keduanya memiliki makna yang mendalam dalam memperkuat hubungan spiritual dan sosial kita. Semoga kita semua dapat meraih kemenangan sejati dan kembali ke fitrah yang suci.*

Penulis dosen FPBS UPI

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doaHalal Bihalalpermintaan maafsilaturahimtradisi Idul Fitri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Liga Muslim Dunia Mengutuk Israel yang Membom Gudang Bantuan Medis Saudi di Gaza
Tulisan selanjutnya “Israel” Tak Berkutik Fakta Video Tentara Penjajah Membantai Paramedis Rafah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?