Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dua Tentara ‘Israel’ Ditangkap di Belgia Usai Aduan Kejahatan Perang

Kedua tentara 'Israel' itu ditangkap ketika sedang asyik menghadiri festival musik Tomorrowland di Belgia

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 Juli 2025 06:34 6:34 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 Juli 2025 06:34
Bagikan
Perwira Israel tewas ditembak tentaranya sendiri disangka musuh
Bagikan

Hidayatullah.com – Kepolisian Belgia pada Ahad menangkap dua tentara ‘Israel’ setelah pengaduan hukum atas tuduhan kejahatan perang di Gaza dari kelompok hak asasi manusia.

Daftar isi
  • Proses pengaduan terhadap tentara ‘Israel’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Para tersangka diidentifikasi dan ditangkap dengan unjuk kekuatan yang jelas di festival Tomorrowland di Boom,” kata Hind Rajab Foundation (HRF) dan Global Legal Action Network (Glan) pada hari Senin.

Kedua LSM pro-Palestina itu mengatakan bahwa proses hukum kedua tentara, yang berada di Belgia untuk menghadiri sebuah festival musik, itu sedang berlangsung.

Direktur HRF Dyab Abou Jahjah kepada Middle East Eye mengatakan bahwa ini sebuah pencapaian penting dalam perjuangan meminta pertanggungjawaban ‘Israel’.

“Ini adalah pertama kalinya sebuah negara Eropa mengakui yurisdiksi universal terhadap tentara Israel dan menindaklanjutinya dengan tegas, menangkap mereka, dan membawa mereka ke kantor polisi untuk diinterogasi,” ujar Abou Jahjah.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Dearblah Minogue, pengacara senior Glan yang menangani kasus ini bersama HRF, mengatakan penangkapan tersebut merupakan “langkah akuntabilitas terbesar sejak awal genosida, karena penegak hukum di Eropa benar-benar mengambil tindakan dan menangkap beberapa tersangka”.

“Saya kira kita sekarang akan melihat efek domino di seluruh Eropa dan dunia,” ujar Dearblah kepada MEE. Kedua tentaranya itu ditangkap atas tuduhan penggunaan perisai manusia dan penghancuran yang disengaja, imbuhnya.

Saat ini, pihak berwenang sedang mengumpulkan bukti-bukti dari kedua akun media sosial tentara tersebut.

“Salah satu dari mereka mengunggah video unitnya yang meledakkan bangunan di Gaza dan Lebanon,” kata Minogue.

“Yang lainnya berpose di samping seorang Palestina yang digunakan sebagai perisai manusia oleh unitnya.”

Proses pengaduan terhadap tentara ‘Israel’

Kejaksaan Federal pada hari Senin mengatakan telah menerima dua pengaduan pada hari Jumat dan Sabtu dari HRF dan Glan, mengenai “pelanggaran serius hukum humaniter internasional yang diduga dilakukan di Jalur Gaza oleh dua anggota tentara Israel” yang berada di Belgia untuk menghadiri festival musik Tomorrowland.

Kejaksaan menyatakan pihaknya yakin memiliki yuridiksi atas aduan tersebut berdasarkan Pasal 14/10 baru dari Judul Awal Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, yang mulai berlaku pada 28 April 2024.

Pasal tersebut memberikan yurisdiksi kepada pengadilan Belgia atas kejahatan yang dilakukan di luar Belgia berdasarkan Konvensi Jenewa 1949 dan Konvensi Menentang Penyiksaan 1984.

“Mengingat kemungkinan yurisdiksi ini, Kejaksaan Federal menginstruksikan polisi untuk menemukan kedua individu yang disebutkan dalam pengaduan dan melanjutkan pemeriksaan mereka. Setelah wawancara, mereka dibebaskan,” kata kejaksaan federal Belgia.

HRF adalah sebuah LSM yang berbasis di Brussels yang berfokus pada tindakan hukum internasional atas kejahatan perang yang dilakukan di Gaza sejak dimulainya perang pada Oktober 2023. Pendirinya, Dyab Abou Jahjah, mengatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 8.000 bukti yang mendokumentasikan kejahatan perang oleh tentara ‘Israel’ di Gaza.

Mereka telah menangani kasus kejahatan perang terhadap tentara dan pejabat ‘Israel’ di Eropa dan Amerika Latin, tetapi ini adalah pertama kalinya upaya mereka berujung pada penangkapan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelgiaHind Rajab Foundationkejahatan perangtentara Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus HIV Meningkat Signifikan di Aceh, Ulama Prihatin
Tulisan selanjutnya Hari Anak Nasional 2025: Banyak Orang Tua Dewasa Usia, tapi Childish secara Emosional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza

Berita
26 Agustus 2026 15:02
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?