Hidayatullah.com–Ratko Mladic, jenderal Serbia yang mengawasi pembantaian di Bosnia pada tahun 1990-an yang dijuluki “Penjagal Bosnia”, telah meninggal di penjara pada usia 84 tahun, lapor stasiun televisi pemerintah Serbia RTS dan pejabat televisi Serbia Bosnia seperti dilansir Associated Press Kamis (27/8/2026).
Laporan-laporan itu menyebutkan bahwa Mladic menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit di Den Haag, Belanda.Seorang anggota keluarga Mladic, yang berbicara dengan syarat identitasnya tidak disebutkan, mengkonfirmasi kabar itu kepada Associated Press, dan mengatakan putra Mladic, Darko Mladic, sedang dalam perjalanan ke Den Haag.
Pejabat pengadilan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kepada Associated Press bahwa pihaknya belum bisa mengkonfirmasi kematian Mladic.
Pengadilan khusus PBB untuk kejahatan perang yang terjadi selama perang Yugoslavia di era 1990-an menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup atas Mladic pada tahun 2017. Dia dimasukkan ke dalam sel sejak 2011 setelah bertahun-tahun buron.
Ketika perang etnis di Bosnia dimulai pada tahun 1992 – menyusul pecahnya negara Yugoslavia, Mladic menjadi komandan pasukan orang-orang Serbia yang berada di Bosnia dan menguasai sebagian besar wilayah Bosnia untuk membentuk negara mini Serbia.
Ratko Mladic memerintahkan pasukannya untuk “membakar otak” umat Muslim Bosnia dan menyebut dirinya sendiri sebagai “Tuhan Serbia.
“Di bawah kendali Mladic, orang-orang Serbia mengepung ibu kota Bosnia, Sarajevo, serta kota-kota dan desa-desa lainnya, mendirikan kamp konsentrasi untuk menyiksa dan memenjarakan warga sipil non-Serbia dan tentara musuh yang ditahan, dan secara sistematis membunuh para tahanan.
Di Sarajevo, pasukan Serbia mengepung dan mengisolasi kota itu sembil membunuhi penduduk sipil dengan sniper. Pada 1995, pasukan Mladic membantai lebih dari 8.000 pria dan anak lelaki Muslim di Srebrenica, satu-satunya kasus genosida di Eropa pasca Perang Dunia Kedua sampai saat ini. Dia dipandang oleh banyak orang sebagai seorang patriot yang berjuang untuk negara pan-Serbia pertama.
Mladic dan para pengagumnya di kalangan orang Serbia tidak pernah bertobat. Dengan sikap menantang, Mladic bertindak agresif selama persidangan dan berteriak kepada para hakim ketika dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Mladic dilahirkan pada 12 Maret 1942, di desa kecil Bozinovici, Bosnia, di perbukitan 40 kilometer (25 mil) ke arah selatan dari Sarajevo. Seperti protagonis lainnya dalam konflik Yugoslavia, dia menyerap ideologi nasionalisme mengingat nasib keluarganya dalam Perang Dunia II — ayahnya sendiri dibunuh oleh orang Kroasia.
Mladic dikenal terobsesi dengan sejarah etnisnya. Dia melihat perang Bosnia sebagai kesempatan untuk membalas dendam atas kekuasaan Kekhalifahan Utsmaniyah selama 500 tahun di Serbia. Dia sering menyebut Muslim Bosnia sebagai orang Turki, dan membangga-banggakan keberhasilan pasukannya menguasai wilayah Srebrenica pada tahun 1995 – yang kala itu berada di bawah perlindungan pasukan PBB – sebagai pembalasan terhadap kekuasaan Islam dahulu.
Sebagai seorang perwira di era komunis Yugoslavia, Mladic memihak Serbia ketika negara itu hancur dalam perang saudara. Mladic pertama kali memimpin pemberontakan orang-orang Serbia di Kroasia sebelum mengambil alih tentara Serbia Bosnia yang didukung oleh Serbia dan Presiden Slobodan Milosevic saat itu. yang juga meninggal dalam tahanan pengadilan Den Haag pada tahun 2006 saat diadili atas tuduhan genosida.*




