Hidayatullah.com – Perdana Menteri Qatar menegaskan bahwa negaranya berhak membalas serangan mematikan ‘Israel’ di Doha. Ia menyebut ini sebagai “momen penting” bagi Timur Tengah dan mengajak “dukungan dari seluruh kawasan.”
“Qatar… berhak untuk menanggapi serangan terang-terangan ini,” ujar Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dalam konferensi pers Selasa malam. Menurut Al-Thani, ‘Israel’ menggunakan senjata yang tidak terdeteksi oleh radar pertahanan udara Qatar.
“Kami yakin bahwa hari ini kita telah mencapai momen yang menentukan. Harus ada pembalasan dari seluruh kawasan terhadap tindakan biadab semacam itu,” tambahnya.
Al Thani mengutuk agresi Israel, menyebutnya sebagai tindakan “terorisme negara” dan berupaya menyabotasi setiap peluang perdamaian di kawasan.
Ia menambahkan bahwa krisis telah mencapai titik “yang menentukan”, menggarisbawahi betapa seriusnya konflik yang semakin meluas ini.
Mediasi menjadi peran Qatar
Al-Thani mengungkapkan pejabat AS pertama kali memperingatkan akan serangan ‘Israel’, sekitar 10 menit setelah serangan tersebut dimulai. Upaya mediasi merupakan bagian dari identitas Qatar dan tidak ada yang akan menghalangi perannya dalam hal tersebut, tambahnya.
“Qatar akan melanjutkan upaya mediasinya untuk mencapai perdamaian di Gaza, terlepas dari serangan berbahaya ini,” ujarnya, merujuk pada genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
“Dalam beberapa hari terakhir, negosiasi intensif telah berlangsung atas permintaan pihak Amerika untuk membahas proposal terbaru yang diajukan. Terlepas dari pengetahuan dan partisipasi berkelanjutan mereka melalui pengiriman delegasi ke Doha, pihak Israel sengaja berupaya menghalangi setiap upaya yang bertujuan membuka jendela perdamaian,” kata Al Thani.
“Apakah dunia membutuhkan pesan yang lebih jelas dari ini? Siapa yang menutup pintu perdamaian? Apakah komunitas internasional masih membutuhkan bukti tambahan? Siapakah pelaku bully sebenarnya di kawasan ini?”
Gedung Putih mengatakan sebelumnya pada Selasa bahwa Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, telah diperintahkan untuk memberi tahu para pejabat Qatar tentang serangan Israel yang “akan datang”.
Presiden AS Donald Trump berbicara secara terpisah dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu setelah insiden tersebut, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Trump meyakinkan Qatar bahwa serangan semacam itu “tidak akan terjadi lagi di wilayah mereka”, tambahnya.*




