Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lama Dinanti, Sekolah Pemikiran Islam Kini Hadir di Kota Hujan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 September 2025 23:29 11:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2025 23:29
Bagikan
Lama Dinanti, Sekolah Pemikiran Islam Kini Hadir di Kota Hujan
Bagikan

Hidayatullah.com – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) kini hadir di Kota Bogor dengan program barunya, Majelis Pemikiran di Kota Hujan (MARJAN). Pertemuan pertamanya digelar Sabtu (13/09) silam di Sekretariat SPI Pusat, dipimpin langsung oleh Kepala SPI Pusat, Dr. Akmal Sjafril.

Kehadiran SPI di Bogor, menurut Akmal, sebenarnya bukan benar-benar baru. “Sebenarnya SPI Pusat sudah memiliki sekretariat di Bogor sejak 2023. Hanya saja selama ini belum dioptimalkan untuk tempat kegiatan,” ujar tokoh yang telah lama dikenal kiprahnya melalui Komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) ini.

Menurut Akmal, sebenarnya sudah banyak yang bertanya-tanya kapan SPI akan hadir di Bogor. Hal itu ditanyakan terutama karena dirinya sendiri merupakan warga Kota Hujan.

“Meski saya sejak dulu tinggal di Bogor, tapi SPI lebih dulu buka cabang di Jakarta, Bandung, Tangerang dan Yogyakarta. Cukup banyak juga warga Bogor, terutama mahasiswa, yang mengikuti program kursus singkat SPI melalui cabangnya di Jakarta,” ungkap Akmal lagi.

Alasan kehadiran SPI yang begitu ‘terlambat’ di Bogor, menurut Akmal, sebatas masalah teknis. “Pertama, memang kami memprioritaskan kota-kota besar terlebih dahulu agar dapat melayani lebih banyak permintaan. Dengan sendirinya kota Jakarta menjadi pilihan utama. Kedua, karena kesibukan yang luar biasa, sehingga belum sempat melakukan ekspansi ke kota-kota lain,” ujar ayah dari dua anak ini.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

SPI baru saja merayakan Milad ke-11 pada bulan Juli lalu. Selama sebelas tahun perjalanannya, selain menggelar kursus singkat di beberapa kota setiap tahunnya, SPI juga memiliki program-program daring seperti Kelas Online Pemikiran (KOMIK) Intensif dan Tuesday’s Special. SPI juga telah menerbitkan sejumlah makalah, termasuk hasil penelitian dari sejumlah alumninya.

Dalam kegiatan perdana MARJAN di Bogor, Akmal menyampaikan pembahasan seputar fenomena kehilangan adab (the loss of adab). “Profesor Naquib al-Attas, cendekiawan Muslim Malaysia, adalah yang paling besar kontribusinya dalam mengarahkan perhatian para cendekiawan Muslim dunia terhadap persoalan kehilangan adab ini,” ujar Akmal.

Adab, menurut Akmal, adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya yang tepat. Kehilangan adab dapat mengakibatkan persoalan serius, antara lain menimbulkan kebingungan di tengah-tengah umat dalam hal otoritas ilmu.

“Normalnya, seseorang dijadikan guru karena setidaknya kita tahu ia berguru kepada siapa. Dengan demikian, seseorang hanya dijadikan rujukan jika latar belakang keilmuannya diketahui. Sekarang, orang bisa mengisi kajian dan bikin konten di media sosial, kemudian jumlah follower atau subscriber-nya bertambah, sehingga peserta kajiannya juga terus bertambah. Para follower itu mengikuti orang yang mereka suka, dan kadang kriterianya bukan ilmu, melainkan selera pribadi,” ujar Akmal.

Karena sejak awal kriterianya adalah selera pribadi, maka pemikiran menyimpang semakin tersebar luas. “Sekarang misalnya ramai orang mengaku Muslim namun mengatakan bahwa Tuhan yang mereka kenal bukanlah yang memasukkan manusia ke Neraka. Mereka semakin yakin dengan pendapat ini sebab memang ada influencer yang menyatakan pendapat yang sama. Jika seseorang diangkat sebagai guru oleh orang-orang awam yang sebenarnya tidak mengerti kriteria yang benar untuk menjadi guru, maka terjadilah kerusakan ilmu,” tandas doktor sejarah ini.

Forum MARJAN sedianya akan diselenggarakan sekali sebulan, namun jadwal berikutnya belum ditentukan. Dalam waktu dekat, SPI Yogyakarta direncanakan membuka pendaftaran untuk angkatan keempatnya, dan SPI Pusat juga tengah menggodok rencana untuk sebuah kegiatan baru lainnya di bulan Oktober.*SPI Media Center

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamic worldviewKelas Online PemikiranNaquib Al-AttasSekolah Pemikiran Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hanya 37 Persen Orangtua Singapura yang Bisa Mengatur Penggunaan Perangkat Digital Anaknya
Tulisan selanjutnya Inilah 10 Negara yang Menolak Kemerdekaan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?