Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Inilah 10 Negara yang Menolak Kemerdekaan Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 September 2025 15:13 3:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 September 2025 15:10
Bagikan
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara kepada pers di Gedung Putih, Washington DC (27/01/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com— Sidang Majelis Umum PBB pada 16 September 2025 mencatat 10 negara menolak resolusi pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina. Penjajah ‘Israel’ dan Amerika Serikat, selama ini paling keras menentang berdirinya negara Palestina yang merdeka.

Penolakan mereka disertai oleh delapan negara lain, sebagian besar negara kecil di Pasifik dan Amerika Latin, yang dikenal bersekutu erat dengan Washington maupun Tel Aviv.

Mayoritas dunia internasional mendukung atau abstain. Lebih dari 140 negara kini sudah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Namun penolakan dari 10 negara ini tetap penting, karena menunjukkan konsistensi blok yang menolak setiap bentuk pengakuan tanpa persetujuan penjajah ‘Israel’.

Berikut profil sikap politik masing-masing negara penolak:

‘Israel’

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Sebagai pihak penjajah, ‘Israel’ menolak keras semua inisiatif internasional yang mengakui Palestina di luar jalur perundingan bilateral. Pemerintah Tel Aviv berulang kali menyebut langkah itu sebagai ancaman bagi “keamanan nasionalnya” dan menegaskan bahwa hanya ‘Israel’ yang berhak menentukan syarat berdirinya negara Palestina.

Amerika Serikat

Sekutu utama penjajah ‘Israel’, Washington konsisten menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan resolusi pro-Palestina. AS menilai pengakuan sepihak akan merusak “proses damai” meskipun perundingan sudah lama buntu. Dukungan militer dan finansial AS menjadi penopang utama eksistensi ‘Israel’.

Argentina

Negara Amerika Latin ini berada dalam daftar penolak, meski sebagian tetangganya justru mendukung Palestina. Pemerintah Argentina dianggap lebih berhati-hati karena hubungan ekonomi dan politik dengan AS serta komunitas Yahudi yang besar di dalam negeri.

Hungaria

Salah satu anggota Uni Eropa yang paling dekat dengan Tel Aviv. Pemerintahan Viktor Orbán dikenal menolak kebijakan UE yang mengkritik ‘Israel’, dan memilih menyelaraskan sikap dengan Washington. Budapest sering menghalangi pernyataan bersama Eropa yang keras terhadap penjajah ‘Israel’.

Mikronesia

Negara kecil di Pasifik ini hampir selalu sejalan dengan AS dan ‘Israel’ dalam pemungutan suara di PBB. Bantuan ekonomi dan pertahanan dari Washington membuat Mikronesia menjadi pendukung setia kebijakan yang menguntungkan ‘Israel’.

Nauru

Sama seperti Mikronesia, Nauru mengandalkan dukungan ekonomi dari sekutu Barat. Dalam forum internasional, Nauru hampir selalu mengikuti garis kebijakan AS dan menolak resolusi pro-Palestina.

Palau

Negara kepulauan lain di Pasifik yang dikenal sebagai “sekutu diplomatik” ‘Israel’ di PBB. Hubungan dekat dengan Washington membuat Palau sering menjadi salah satu dari sedikit negara yang berdiri bersama AS dan ‘Israel’ dalam pemungutan suara.

Papua Nugini

Meski mayoritas rakyatnya simpati pada perjuangan Palestina, pemerintah PNG tetap memilih blok AS. Posisi ini didorong hubungan strategis dengan Washington dan bantuan pembangunan yang signifikan.

Paraguay

Pemerintah Paraguay mempertahankan hubungan baik dengan ‘Israel’, termasuk kerja sama ekonomi dan pertahanan. Dukungan pada blok penolak pengakuan Palestina dianggap sebagai bagian dari upaya menjaga kedekatan diplomatik dengan Tel Aviv.

Tonga

Negara kecil di Pasifik ini juga mengikuti jejak AS dan ‘Israel’. Meski tidak memiliki kepentingan langsung, Tonga sering masuk daftar penolak resolusi pro-Palestina karena solidaritas politik dengan sekutu utamanya.

Daftar penolak itu bersumber dari dokumen resmi PBB yang dibacakan dalam sidang Majelis Umum di New York.

Pengamat internasional menilai sikap negara-negara penolak menunjukkan ketidakmampuan sebagian komunitas internasional melepaskan diri dari tekanan politik Washington dan Tel Aviv.

Al Jazeera dalam analisanya menyebut pengakuan sebagian negara Barat terhadap Palestina baru-baru ini lebih sebagai “pencitraan politik” ketimbang perubahan kebijakan nyata, sementara dukungan tanpa syarat kepada penjajah ‘Israel’ terus berlangsung.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatkemerdekaan Palestina. IsraelPalestina merdekaPBBResolusi PBBSidang Majelis Umum PBB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lama Dinanti, Sekolah Pemikiran Islam Kini Hadir di Kota Hujan Lama Dinanti, Sekolah Pemikiran Islam Kini Hadir di Kota Hujan
Tulisan selanjutnya 23 Negara Ini Mendukung Deklarasi Palestina Merdeka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?