Hidayatullah.com– Otoritas sepakbola Irlandia, hari Sabtu (10/11/2025), menyatakan sepenuhnya mendukung seruan yang meminta supaya UEFA segera memberlakukan larangan bagi Israel untuk berkompetisi di Eropa, kata Football Association of Ireland (FAI).
Menurut resolusi yang diloloskan anggota-anggota FAI, Asosiasi Sepakbola Israel telah melanggar dua ketentuan UEFA, yaitu gagal menegakkan kebijakan anti-rasisme dan membiarkan klub-klub sepakbola Israel berlaga di wilayah Palestina yang terjajah tanpa persetujuan dari Palestinian Football Association.
Resolusi itu, yang diajukan oleh salah satu klub sepakbola terkemuka Irlandia, Bohemian FC, didukung oleh 74 suara, sementara tujuh suara menolak dan dua abstain, kata FAI dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.
Otoritas sepakbola Eropa UEFA sedang mempertimbangkan untuk melakukan pemungutan suara awal bulan lalu guna memutuskan apakah akan menangguhkan Israel dari kompetisi di Eropa terkait perang di Gaza, kata seorang sumber kepada Reuters saat itu. Diskusi internal di UEFA tentang kemungkinan pemberlakuan larangan ditunda menyusul adanya gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat yang berlaku mulai 10 Oktober.
Langkah Irlandia itu mengikuti langkah Turki dan Norwegia yang pada bulan September mendesak supaya Israel dilarang mengikuti kompetisi internasional.
Permintaan-permintaan tersebut dikemukakan setelah para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta FIFA dan UEFA untuk memberlakukan larangan sementara bagi Israel untuk mengikuti laga internasional, dengan alasan laporan UN Commission of Inquiry menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida selama perang di Gaza.
Israel tentu saja membantah genosida dan menyebut laporan itu sebagai skandal.
Apabila UEFA memutuskan untuk memberlakukan larangan terhadap Israel, maka organisasi itu akan berhadap-hadapan dengan Amerika Serikat – salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 – yang merupakan pendukung sejati Israel.
Meskipun UEFA memiliki kekuatan untuk melarang Israel dan klub-klub sepakbolanya dari bertanding di Eropa, tetapi organisasi itu tidak dapat menghentikan Israel dari mengikuti kualifikasi Piala Dunia, yang penyelenggaraannya menjadi kewenangan organisasi sepakbola global FIFA.
Hari Jumat (7/11/2025), politisi senior Amerika Serikat dari Partai Republik Lindsey Graham mengkritik FAI karena menggelar pemungutan suara itu dan berjanji akan menggunakan semua kewenangan yang dimilikinya sebagai anggota parlemen AS untuk membela Israel.
Graham merupakan salah satu dari banyak anggota legislatif AS yang mengkritik pemerintah Irlandia yang berencana memberlakukan larangan perdagangan dengan pemukiman-pemukiman Yahudi yang berada di wilayah Palestina yang terjajah.
Irlandia merupakan salah satu anggota Uni Eropa yang bersuara lantang mengkitik Israel perihal perang di Gaza.
Sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bulan lalu bahwa rancangan undang-undang tentang sanksi atas pemukiman Yahudi Israel diendapkan pembahasannya setelah ditekan oleh lobi-lobi dari kalangan bisnis AS.*




