Hidayatullah.com – Lembaga keamanan ‘Israel’ menggelar serangkaian pertemuan intensif setelah viralnya rekaman video yang memperlihatkan barisan prajurit Suriah meneriakkan slogan dukungan bagi Gaza dan menyebut Israel sebagai “musuh”.
“Cuplikan yang dipantau oleh lembaga keamanan Israel menunjukkan parade militer di berbagai wilayah Suriah, di mana para prajurit mengumandangkan slogan-slogan bernada permusuhan, termasuk: ‘Gaza, Gaza, slogan kemenangan dan keteguhan. Wahai Gaza, kami bersamamu sampai mati, dan kami akan menghadapi engkau, wahai musuh,’” menurut SadaNews dikutip Gaza Media pada Kamis (11/12/2025).
Rekaman tersebut muncul di tengah perayaan nasional yang memperingati jatuhnya rezim Assad.
Radio tersebut menambahkan bahwa dalam 24 jam terakhir para pejabat senior keamanan ‘Israel’ membahas makna dari rekaman tersebut, yang dinilai memiliki implikasi politis dan keamanan serta memerlukan respons.
Entitas zionis Israel diperkirakan akan mengambil langkah diplomatik dengan mengirim nota resmi protes dan mendesak pemerintah Suriah untuk mengecam isi aksi tersebut.
Pejabat keamanan Israel menegaskan bahwa hubungan dengan rezim Suriah selalu dibangun atas dasar “keraguan dan kecurigaan”.
Mereka menyebut sifat rezim tersebut sebagai “jihadis ekstremis”, sehingga setiap interaksi dengan Damaskus dilakukan dengan kewaspadaan penuh, menurut radio berbahasa Ibrani itu.
Slogan yang menggetarkan penjajah
Pada Senin, rekaman parade militer Suriah viral di media sosial usai memperlihatkan para prajurit menyanyikan slogan dukungan bagi Gaza.
Rekaman parade yang meluas di media sosial dalam beberapa hari terakhir memunculkan kekhawatiran di Israel, yang sejak Desember 2024 telah memperluas pendudukan wilayah Suriah dan meningkatkan serangan-serangan udara di negara tersebut.
“Gaza, Gaza / Gaza panji siang dan malam / pengeboman dan kehancuran / kami tidak akan runtuh / aku datang untukmu, wahai musuh / datang meski engkau bersembunyi di gunung api / aku akan membuat amunisi dari darahku / dan menjadikan darahmu sebagai sungai,” bunyi seruan para prajurit dalam parade yang turut dihadiri Presiden Ahmad al-Sharaa bersama sejumlah pejabat tinggi Suriah.*




