Hidayatullah.com– China akan memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) atas produk alat kontrasepsi kondom dan lainnya guna meningkatkan angka kelahiran dan memodernisasi undang-undang pajaknya.
Mulai 1 Januari 2026, kondom dan produk kontrasepsi lain akan dikenai PPN 13%. Sejak PPN diberlakukan China aecara nasional pada 1993, kondom dan produk sejenisnya selalu dikecualikan. PPN mencakup 40% dari keseluruhan pendapatan pajak negeri Tiongkok.
Kenaikan pajak kondom ini tampaknya lebih pada langkah simbolis. Satu bungkus kondom umumnya dijual sekitar 40-60 yuan ($5,70-$8,50). Pil kontrasepsi, yang dapat dibeli tanpa resep, hanya berharga 50-130 yuan per butir.
Lee Ding, seorang manajer di Dezan Shira & Associates, sebuah firma jasa profesional yang berfokus pada Asia, memperkirakan bahwa pengenaan pajak pada alat kontrasepsi akan menghasilkan tambahan 5 miliar yuan setiap tahunnya. Jumlah tersebut hanyalah setetes air di lautan dibandingkan dengan pendapatan anggaran publik umum China sebesar 22 triliun yuan ($3,1 triliun). “Kami tidak percaya bahwa perolehan pendapatan adalah motivasi utama di balik perluasan PPN ke alat kontrasepsi,” imbuhnya.
“Sekarang kebijakan kelahiran China bergeser ke arah mendorong kelahiran dan tidak lagi mempromosikan kontrasepsi, sehingga masuk akal untuk kembali memberlkaukan pajak atas produk kontrasepsi,” kata He Yafu, seorang ahli demografi independen yang berbasis di Provinsi Guangdong, seperti dikutip The Guardian Kamis (18/12/2025).
Yun Zhou, seorang asisten profesor sosiologi di Universitas Michigan, Amerika Serikat, mengatakan bahwa pajak baru tersebut kemungkinan tidak akan memengaruhi pengambilan keputusan masyarakat. Namun, kebijakan itu menandakan apa yang diharapkan oleh pemerintah dari rakyat, yaitu supaya orang China memiliki lebih banyak anak.Ketentuan baru PPN itu juga termasuk pengecualian pajak bagi keluarga yang memiliki anak.
Tahun ini, pemerintah juga mengalokasikan 90 miliar yuan (12,7 miliar dolar AS) untuk program perdana perawatan anak nasional, yang menawarkan subsidi 3.600 yuan per tahun untuk setiap anak berusia di bawah tiga tahun.
Pada hari Sabtu lalu, pemerintah mengumumkan rencana untuk memperluas program asuransi kesehatan nasionalnya agar mencakup semua biaya yang terkait dengan persalinan.*




