Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tidak Patuh Regulasi Rwanda Tutup 10.000 Gereja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Januari 2026 20:29 8:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Januari 2026 20:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Rwanda dikabarkan sudah menutup sekitar 10.000 gereja karena tidak mematuhi undang-undang tahun 2018 tentang tempat ibadah, yang mengharuskan persyaratan baru terkait kesehatan dan keselamatan, laporan keuangan terbuka, serta keharusan pendidikan teologi bagi para rohaniwan.

UU Tahun 2018 itu mewajibkan gereja untuk menyerahkan rencana kegiatan tahunan yang menunjukkan selaras dengan “nilai-nilai nasional”. Semua donasi harus disalurkan melalui rekening terdaftar, lapor AFP (24/12/2025).

Grace Room Ministries termasuk di antara 10.000 gereja yang ditutup. Pengikut gereja evangelis itu pernah memenuhi stadion-stadion raksasa di Rwanda tiga kali sepekan, sebelum organisasi mereka ditutup pada bulan Mei 2025.

Penutupan Grace Room Ministries mengejutkan banyak orang di seluruh Rwanda. Pastor Julienne Kabanda, berhasil menarik banyak jemaat ke stadion baru nan megah BK Arena di Kigali ketika izin gereja tersebut dicabut. Pemerintah mengatakan mereka menggelar kegiatan evangelis tanpa izin dan tidak menyerahkan laporan kegiatan dan keuangan tahunan.

Pendeta Sam Rugira, yang dua cabang gerejanya ditutup pada 2024 karena gagal memenuhi peraturan tentang keselamatan kebakaran, mengatakan bahwa peraturan tersebut sebagian besar memengaruhi gereja-gereja evangelis baru yang banyak bermunculan beberapa tahun terakhir di Rwanda.

Baca Juga

Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Presiden Paul Kagame sejak lama bersuara vokal menentang gereja-gereja evangelis yang menjamur di pelosok daerah di negara kecil itu.

“Andai urusan ini tergantung pada saya, saya tidak akan membuka kembali satu gereja pun,” kata Kagame dalam konferensi pers bulan November.

“Dalam semua tantangan pembangunan yang sedang kita hadapi, peperangan… kelangsungan hidup negara kita — apa peran gereja-gereja ini? Apakah mereka juga menyediakan lapangan pekerjaan? Banyak dari mereka yang hanya mencuri… sebagian gereja bahkan merupakan sarang bandit,” kata Kagame, seperti dilansir AFP.

Kagame menggambarkan gereja-gereja itu sebagai peninggalan masa kolonial, sebuah babak sejarah yang masih menghantui negara itu sampai sekarang.”Kalian telah ditipu oleh para penjajah dan kalian membiarkan diri kalian ditipu,” kata Kagame pada bulan November.

Sebagian pengamat mengatakan alasan sebenarnya di balik penutupan tersebut adalah soal kontrol. Pemerintah Kagame pernah mengatakan “tidak ada saingan dalam hal pengaruh,” kata Louis Gitinywa, seorang pengacara dan analis politik yang berbasis di Kigali, kepada AFP.

Partai yang berkuasa saat ini”merasa geram ketika sebuah organisasi atau individu memperoleh pengaruh”, katanya.

Pandangan serupa yang juga diungkapkan kepada AFP oleh seorang pejabat pemerintah yang tidak ingin disebutkan namanya.

Seorang pemimpin gereja di Kigali, yang berbicara kepada AFP dengan syarat identitasnya tidak diungkap, mengatakan bahwa sikap presiden yang sangat tidak suka terhadap gereja-gereja evangelis itu menandakan “masa-masa sulit di masa mendatang”.

“Tidak adil karena bahkan tempat-tempat yang sudah memenuhi semua persyaratan tetap ditutup,” ujarnya.

Menurut sebagian kalangan, penutupan gereja itu berkaitan dengan genosida di Rwanda pada 1994 yang merenggut nyawa sekitar 800.000 orang – kebanyakan etnis Tutsi.

Ismael Buchanan, seorang dosen politik di National University of Rwanda, mengatakan kepada AFP bahwa gereja ada kalanya bertindak sebagai “agen perekrutan” bagi Democratic Forces for the Liberation of Rwanda (FDLR), milisi etnis Hutu yang dibentuk di tempat pengasingan di negara tetangga Republik Demokratik Kongo oleh para pelaku pembantaian.

Buchanan juga menilai jumlah gereja di Rwanda terlampau banyak, meskipun mayoritas penduduk Rwanda memeluk ajaran Kristen menurut sensus 2024.

“Saya setuju bahwa agama dan keyakinan telah memainkan peran kunci dalam menyembuhkan warga Rwanda dari luka emosional dan psikologis setelah genosida, tetapi juga tidak masuk akal jika terdapat gereja pada setiap jarak dua kilometer, sementara rumah sakit dan sekolah tidak ada,” tegasnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakai Dalih Terorisme, Italia Tangkap 7 Warganya yang Dukung Hamas
Tulisan selanjutnya Anggota IRGC Iran Terbukti Bantu Mossad ‘Israel’, Seorang Pria Iran Dieksekusi Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

20 Oktober 2026 13:24
Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

20 Oktober 2026 13:10
Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

19 Oktober 2026 12:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?