Hidayatullah.com– Di tengah gemerlapnya dunia sepak bola Premier League yang identik dengan kemewahan, bek Manchester United (MU), Noussair Mazraoui, justru memiliki pandangan hidup yang sangat kontras. Pemain timnas Maroko ini mengungkapkan rencana masa depannya yang jauh dari hingar-bingar bisnis atau dunia hiburan setelah gantung sepatu.
Dalam wawancaranya yang mendalam, Mazraoui memberikan sinyal kuat bahwa ia kemungkinan akan mengakhiri kariernya di usia yang relatif masih produktif, tepatnya setelah gelaran Piala Dunia. Namun, yang paling menarik perhatian publik adalah tujuan hidup yang ingin ia capai setelah tidak lagi merumput di lapangan hijau.
Rencana Masa Depan: Menjadi Imam Masjid
Mazraoui secara terbuka menyatakan bahwa prioritas hidupnya bukanlah menumpuk kekayaan atau membangun imperium bisnis sebagaimana yang dilakukan banyak rekan seprofesinya. Fokus utamanya setelah pensiun adalah melakukan perjalanan spiritual yang mendalam.
“Saya mungkin memutuskan untuk pensiun setelah Piala Dunia. Hidup ini singkat. Saya ingin menghafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid suatu hari nanti,” ujarnya di YouTube Podcast “The Minutemen”.
Ada beberapa alasan fundamental yang mendasari mengapa Mazraoui tidak terlalu ambisius dalam mengumpulkan kekayaan materi seperti pemain bintang lainnya.
Mazraoui memegang prinsip bahwa waktu di dunia sangat terbatas. Ia merasa bahwa mengejar materi tanpa henti tidak sebanding dengan persiapan spiritual yang ia anggap sebagai bekal jangka panjang.
“Saya merasa bahwa apa pun yang saya lakukan di sepak bola, itu hanya sementara. Saya tidak ingin baru memulai (belajar agama) saat saya sudah berusia 40 tahun. Saya ingin memiliki dasar yang kuat sekarang,” ujar dia dalam obrolan itu.
Sejak masa mudanya, Mazraoui dikenal sebagai muslim yang taat. Ia memandang bahwa kesuksesan sejati bukan diukur dari banyaknya trofi, melainkan hubungan dengan Sang Pencipta.
“Orang-orang melihat kesuksesan dari berapa banyak uang yang kamu punya atau trofi yang kamu menangkan. Tapi bagi saya, kesuksesan yang sebenarnya adalah ketika saya bisa membaca Al-Qur’an dan memahaminya di dalam hati saya,” ujarnya.
Mazraoui ingin menarik diri dari hiruk-pikuk industri hiburan karena ia merasa pengabdian di masjid akan memberikannya ketenangan batin yang tidak bisa ditemukan di bawah lampu stadion atau sorotan kamera media.
Profil, Prestasi, dan Kekayaan Noussair Mazraoui
Noussair Mazraoui adalah bek sayap serbabisa kelahiran 14 November 1997 di Leiderdorp, Belanda, yang memilih untuk membela tim nasional Maroko. Ia dikenal sebagai pemain yang cerdas secara taktik dan memiliki kemampuan teknis mumpuni di lini pertahanan.
- Ajax Amsterdam: Meraih tiga gelar Eredivisie dan dua KNVB Cup.
- Bayern Munich: Menjuarai Bundesliga (2022/2023) dan DFL-Supercup.
- Manchester United: Menjadi pilar penting di lini pertahanan Setan Merah sejak bergabung pada Agustus 2024.
- Timnas Maroko: Mencetak sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022 dan menjuarai Africa Cup of Nations 2025.
Meskipun memilih jalan hidup sederhana di masa depan, Mazraoui saat ini merupakan salah satu atlet dengan pendapatan tinggi.
Menurut data dari GiveMeSport dan Transfermarkt, Mazraoui menerima gaji sekitar £135.000 (sekitar Rp2,7 miliar) per minggu di Manchester United. Nilai pasarnya saat ini diperkirakan mencapai €20 juta hingga €25 juta, menjadikannya salah satu bek paling berharga di Premier League. Total kekayaan bersihnya diprediksi mencapai jutaan poundsterling, namun bagi Mazraoui, semua angka tersebut hanyalah titipan sementara menuju tujuan akhirnya: menjadi seorang Imam.*




