Hidayatullah.com–Chairman perusahaan minyak dan gas Arab Saudi, Aramco, Yasir al-Rumayyan, mengatakan bahwa pipa gas Timur-Barat Arab Saudi sangat penting dalam melindungi perekonomian negara tersebut selama masa krisis perang Iran.
Al-Rumayyan, yang juga gubernur dana kekayaan negara Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF), mengatakan hari Kamis (18/6/2026) dalam pertemuan tingkat tinggi Eropa FII PRIORITY, yang diadakan di Roma dan diselenggarakan lembaga nirlaba Saudi Future Investment Initiative Institute, yang disokong oleh PIF, bahwa kalau tidak ada perencanaan sebelumnya yang dibuat oleh Saudi, maka dampak perang tersebut akan jauh lebih buruk.
Dia mengatakan jaringan pipa Timur-Barat itu menjadi jalur penyelamat baru bagi Arab Saudi dan dunia.
“Di Arab Saudi, kami berpikir untuk beberapa tahun atau dekade ke depan, tidak hanya beberapa kuartal,” kata Al-Rumayyan seperti dilansir Al-Arabiya.
Tidak hanya itu, dia mengatakan bahwa Aramco mempertimbangkan untuk memperluas kapasitas penyimpanannya di seluruh dunia setelah pasokan energi melalui Selat Hormuz terganggu oleh perang tersebut.
“Aramco memiliki fasilitas penyimpanan di seluruh dunia, khususnya di Asia, di Korea dan Jepang, dan kami berpikir serius untuk memiliki fasilitas penyimpanan yang lebih besar di seluruh dunia,” kata Al-Rumayyan.
Dia menjelaskan PIF sudah menginvestasikan €98 miliar di seluruh penjuru Eropa dan Inggris antara tahun 2017 dan 2025, sementara Aramco menggelontorkan sekitar €80 miliar untuk pemasok-pemasok Eropa.
Akan tetapi, imbuhnya, regulasi di dalam pasar Eropa merupakan tantangan utama bagi investasi Saudi.
“Peraturan yang berubah-rubah sangat memukul investor seperti Aramco, SABIC, dan PIF — tidak hanya dalam kemampuan mereka untuk berinvestasi lebih banyak, tetapi juga dalam mempertahankan investasi mereka di Eropa,” paparnya.
“Regulator-regulator dan pembuat kebijakan Eropa sedang meninjau masalah itu. Mudah-mudahan, kita akan mendapatkan solusi yang lebih baik,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Al-Rumayyan mengatakan bahwa di bawah strategi baru PIF, Arab Saudi akan terus mempertahankan investasi-investasi di luar negeri, tetapi dalam andil yang lebih rendah.”Strategi baru kami adalah membawa dunia kembali ke Arab Saudi,” ujarnya.
FII Institute adalah lembaga yang menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi di Riyadh, yang dikenal sebagai “Davos in the Desert,” yang mendatangkan para pemimpin dunia, tokoh perbankan, serta para pengusaha terdepan dunia.*




