Hidayatullah.com— Iran hari Senin (3/8/2026) melaksanakan hukuman mati terhadap dua pria terpidana mata-mata untuk kepentingan Israel.
“Omid Behzad dan Pouria Safvat digantung pagi ini karena mengirimkan koordinat-koordinat situs-situs keamanan dan militer sensitif kepada agen-agen Mossad,” lapor media kehakiman Iran Mizan seperti dilansir AFP.
Tidak dijelaskan kapan keduanya ditangkap atau kapan mereka disidang. Keduanya disebut ditangkap dengan tuduhan spionase dan berkolaborasi dengan rezim Zionis.
Mereka membantu dinas-dinas inteljen Zionis mencapai tujuannya dengan memberikan informasi tentang lokasi-lokasi keamanan dan militer Iran semasa perang, imbuh Mizan.
Iran merupakan negara kedua di dunia yang paling banyak melaksanakan hukuman mati setelah China, menurut berbagai kelompok peduli HAM termasuk Amnesty International.
Pihak berwenang Iran sedikitnya sudah mengeksekusi 1.639 orang tahun lalu, rekor tertinggi sejak 1989, menurut catatan Iran Human Rights, sebuah organisasi non-pemerintah berbasis di Norwegia, dan Together Against the Death Penalty (ECPM), yang bermarkas di Paris.*




