Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juli 2026 18:25 6:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2026 19:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud, mengajak para penulis dan kreator konten Muslim untuk memperkuat tradisi literasi Islam yang bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, penulis memiliki peran strategis sebagai penjaga otoritas keilmuan agar masyarakat tidak terjebak pada informasi keagamaan yang keliru.

Hal tersebut disampaikan Marsudi saat membuka Silaturahmi Nasional Forum Penulis dan Kreator Muslim: Bahtsul Fikrah Ekonomi Islam dan Workshop Pengembangan Perbukuan dan Literasi Islam Tahun 2026 yang digelar sebagai rangkaian Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, di Jakarta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju KUII VIII yang akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, dan akan diikuti sekitar 413 peserta dari berbagai unsur umat Islam di Indonesia.

Dalam sambutannya, Marsudi mengingatkan bahwa memilih sumber ilmu sama pentingnya dengan memilih makanan yang dikonsumsi. Kesalahan memilih sumber pengetahuan dapat menimbulkan dampak yang serius, bahkan menyesatkan masyarakat.

“Kalau salah memilih makanan, orang bisa sakit. Kalau salah memilih sumber ilmu, akibatnya bisa lebih berbahaya karena dapat menimbulkan kemudharatan,” ujar Kiai Marsudi dalam sambutannya, di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi 51 Menteng, Jakarta, Kamis (09/07/2026).

Baca Juga

MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan
APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT

Menurut Kiai Marsudi, perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) telah menghadirkan kemudahan dalam memperoleh informasi. Namun, masyarakat tidak boleh menjadikan media digital sebagai satu-satunya rujukan dalam memahami ajaran agama tanpa melakukan verifikasi.

Marsudi mengutip prinsip tabayyun sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Ia menegaskan setiap informasi, termasuk konten keagamaan yang beredar melalui media sosial, YouTube, maupun teknologi AI, harus terlebih dahulu diverifikasi sebelum dipercaya dan diamalkan.

Ia juga menekankan pentingnya tradisi sanad dalam keilmuan Islam. Menurutnya, pesantren selama ini berhasil menjaga otentisitas ilmu melalui mata rantai guru yang jelas sehingga setiap pengetahuan memiliki legitimasi akademik dan keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan tersebut, Marsudi menyoroti perkembangan ekonomi syariah Indonesia yang dinilainya telah memperoleh pengakuan internasional. Ia menyebut berbagai fatwa yang diterbitkan MUI kini menjadi rujukan bagi sejumlah negara, termasuk di kawasan Asia Pasifik.

“Sekarang Indonesia menjadi referensi dalam pengembangan ekonomi Islam. Banyak negara mulai melihat dan mengikuti fatwa-fatwa yang lahir dari Indonesia,” katanya.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat pekerjaan besar yang harus segera dilakukan, yakni memperluas akses dunia internasional terhadap khazanah fatwa Indonesia melalui penerjemahan ke dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Menurut Marsudi, langkah tersebut penting agar pemikiran dan fatwa ulama Indonesia dapat dipelajari serta dimanfaatkan oleh masyarakat Muslim di berbagai negara.

Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta ini juga mengajak para penulis, akademisi, dan kreator Muslim untuk aktif mendokumentasikan perkembangan ijtihad kontemporer dalam bentuk buku dan karya ilmiah. Sebab, ilmu pengetahuan terus berkembang mengikuti perubahan zaman sehingga membutuhkan kajian yang berkesinambungan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat.

Marsudi menegaskan bahwa kegiatan Silaturahmi Nasional Forum Penulis dan Kreator Muslim bukan sekadar forum literasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi pemikiran umat menjelang Kongres Umat Islam Indonesia VIII. Melalui forum tersebut diharapkan lahir gagasan-gagasan strategis yang dapat memperkuat kontribusi umat Islam dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, serta pembangunan peradaban bangsa.

Di akhir sambutannya, Marsudi menginstruksikan seraya berharap forum ini melahirkan karya-karya literasi Islam yang berkualitas, kredibel, dan mampu menjadi rujukan bagi masyarakat Indonesia maupun dunia Islam.

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineKongres Umat Islam IndonesiaLiterasi IslamMUIPra Kongres Umat Islam Indonesia VIII
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
Tulisan selanjutnya Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Advertorial

Sentuhan AI vs ‘Rasa’ Manusia: Mengapa Fotografer Profesional Kurang Menyarankan AI Generated Image?

Advertorial
21 Agustus 2026 16:35
BMIWI Gelar Seminar Kemerdekaan, Angkat Isu Ketahanan Keluarga dan Solidaritas Palestina-Sudan
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz

Terbaru

  • Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
  • MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan
  • APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
  • Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
  • MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
  • Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
  • Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
  • Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus
  • Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat
  • Cuaca Panas, Singapura Pangkas Khutbah Jumat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria

23 Agustus 2026 10:27
Berita

Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus

23 Agustus 2026 09:50
Berita

Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat

23 Agustus 2026 09:24
Berita

Cuaca Panas, Singapura Pangkas Khutbah Jumat

23 Agustus 2026 03:56
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?