Hidayatullah.com – Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) akan menggelar peringatan Milad ke-59 yang dirangkaikan dengan Pencanangan Hari Majelis Taklim Nasional pada Ahad, 12 Juli 2026, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00 hingga 15.00 WIB tersebut diproyeksikan dihadiri sekitar 4.000 anggota majelis taklim dari berbagai daerah di Indonesia. Mengangkat tema “BMIWI Bersama Majelis Taklim untuk Indonesia: Melestarikan Tradisi Ilmu dan Meneguhkan Peradaban Berlandaskan Nilai-Nilai Islam”
Presidium BMIWI, Reni Susilowati menyampaikan Milad ke 59 ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi strategis majelis taklim sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal yang telah lama berkontribusi dalam mencerdaskan umat, memperkuat ketahanan keluarga, serta membangun kehidupan sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Selain menjadi ajang silaturahmi nasional para penggerak majelis taklim, kegiatan ini juga menjadi tonggak penting dalam mendorong pengakuan yang lebih luas terhadap peran majelis taklim dalam pembangunan bangsa. Melalui pencanangan Hari Majelis Taklim Nasional, BMIWI berharap kiprah jutaan jamaah dan pengelola majelis taklim di seluruh Indonesia memperoleh apresiasi sekaligus dukungan kebijakan yang semakin kuat.
“Pencanangan Hari Majelis Taklim Nasional merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi jutaan jamaah majelis taklim yang selama ini berkontribusi dalam dakwah, pendidikan umat, pemberdayaan perempuan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan. Momentum ini juga diharapkan menjadi penggerak lahirnya kebijakan yang semakin memperkuat peran majelis taklim di Indonesia,” ujar Reni lewat keterangan persnya, Kamis (09/07/2026).
Aktivis Muslimat Hidayatullah ini menyatakan selama hampir enam dekade, BMIWI terus berperan sebagai wadah koordinasi berbagai organisasi perempuan Islam di Indonesia. Melalui jaringan majelis taklim yang tersebar di berbagai daerah, organisasi ini konsisten mendorong lahirnya masyarakat yang religius, berdaya, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kebangsaan.
Peringatan Milad ke-59 BMIWI diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, dan masyarakat dalam menjadikan majelis taklim sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, BMIWI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus melestarikan tradisi keilmuan Islam, memperkokoh akhlak masyarakat, serta bersama-sama membangun peradaban Indonesia yang berkemajuan melalui penguatan peran majelis taklim.
Acara Milad ke-59 ini dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Nasaruddin Umar, Arifah Fauzi, Hetifah Sjaifudian, M. Anwar Iskandar, serta Yati Priyati. Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan majelis taklim sebagai pusat pndidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Presidium BMIWI Periode 2025–2026, Dr. Iin Kandedes, M.A., menegaskan bahwa pencanangan Hari Majelis Taklim Nasional merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi panjang majelis taklim dalam membina kehidupan umat.*




