Hidayatullah.com– Angin topan berkekuatan besar mendera dataran China, yang kedua kalinya melanda negara itu dalam sepekan, dengan hampir 2 juta orang dievakuasi dari daerah-daerah yang dilalui angin badai tersebut.
Setelah menghajar serangkaian pulau-pulau terluar Jepang, angin itu membawa hujan sangat deras ke Taiwan bagian utara.
Sebelumnya, tanah longsor yang dipicu hembusan angin topan menewaskan sedikitnya 17 orang di Filipina.Meskipun sudah melemah menjadi badai tropis, angin topan itu masih membawa risiko karena besarnya volume kelembaban di dalam pita hujan yang dibawanya.
Angin tersebut diperkirakan akan melemah secara berangsur-angsur seiring dengan pergerakannya ke arah barat laut.
Hari Ahad pagi (12/7/2026), pusaran Topan Bavi tiba di kota Hangzhou City di Provinsi Zhejiang, lapor media pemerintah China seperti dilansir lansir BBC.
Para peramal cuaca mengatakan angin topan itu akan bergerak ke Anhui di bagian timur pada hari Senin, dan kemudian ke arah utara menuju Laut Kuning dari Semenanjung Shandong pada hari Selasa.
Lebih dari 1,7 juta orang dievakuasi di Zhejiang dan ribuan orang lainnya di beberapa provinsi tetangga, lapor media pemerintah. Kegiatan di sekolah, tempat kerja dan di luar rumah dihentikan sementara di Zhejiang, sementara 400 penerbangan dan puluhan jadwal layanan kereta dibatalkan.
Kota Wenzhou, tempat tinggal sekitar 10 juta orang, dekat dengan area yang dilintasi Topan Bavi. Di sana petugas mengevakuasi ratusan ribu orang.
“Kami dapat mendengar genting-genting dan dahan pohon berguguran,” kata Li Liangxing, seorang warga kota itu kepada Reuters, seraya menambahkan “tentu saja kami ketakutan.”
Bavi bermula sebagai topan super, menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara pada hari Senin lalu dengan kecepatan angin 290 km/jam (180 mph).
Saat bergerak melintasi Samudra Pasifik, angin melemah menjadi 144 km/jam, kemudian menghantam Kepulauan Sakishima, bagian dari gugusan Kepulauan Ryukyu Jepang yang terletak di antara pulau-pulau utama negara itu dan Taiwan. Setidaknya lima orang terluka, sementara ribuan orang terputus aliran listriknya.
Wilayah Taiwan tidak secara langsung dilewati Bavi, tetapi ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan bahaya longsor mengintai setelah hujan turun dengan deras. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa.
Sebagian wilayah selatan Tiongkok masih merasakan dampak buruk dari Topan Maysak yang melanda awal pekan ini. Maysak menewaskan sedikitnya 39 orang dan mematikan sejumlah besar ternak, mengakibatkan kerugian besar di bidang pertanian. Badai ini juga memicu dua tornado langka di Provinsi Hubei bagian tengah China.*




