Hidayatullah.com– Sebuah pernyataan tertulis dikeluarkan hari Sabtu (11/7/2026) oleh pemimpin tertinggi Iran yang baru Mojtaba Khamenei, isinya berupa janji untuk menuntut balas kematian ayah dan pendahulunya Ayatullah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara tiba-tiba oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Dalam pesan publik pertama yang dirilis sejak dimulainya prosesi pemakaman Ali Khamenei pekan lalu, pernyataan yang disiarkan televisi nasional itu menegaskan bahwa balas dendam itu merupakan “tuntutan nasional” dan harus dilaksanakan, lansir Reuters.
Ali Khamenei tewas dalam serangan tanggal 28 Februari yang dilancarkan secara tiba-tiba oleh Amerika Serikat dan sekutunya Israel, di saat perundingan-perundingan tentang nuklir Iran dengan perantara Oman digelar.
“Kami bersumpah untuk menuntut darah pemimpin kami yang gugur dan semua martir dari dua peperangan ini dari para kriminal dan pembunuh terlaknat,” bunyi pernyataan itu.
Mojtaba Khamenei, yang konon mengalami luka parah pada bagian wajah dan bagian tubuh lain dalam serangan yang sama yang merenggut nyawa ayahnya, tidak tampak di hadapan rakyat sejak dia diangkat untuk menjadi pemimpin tertinggi pada 8 Maret.
Mojtaba Khamenei didaulat menjadi pengganti ayahnya dengan dukungan Korps Garda Revolusi Iran.*




