Hidayatullah.com – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Ahad menggelar konferensi tingkat menteri perempuan selama dua hari di Islamabad, Pakistan. Pertemuan itu dihadiri delegasi dari 57 negara untuk membahas pemberdayaan sosial ekonomi dan politik perempuan serta reformasi.
Konferensi tingkat menteri kesembilan ini diselenggarakan bersama oleh OKI dan Kementerian Hak Asasi Manusia Pakistan pada hari Ahad, menurut pernyataan dari blok tersebut.
Konferensi ini dipimpin oleh Menteri Hukum, Keadilan, dan Hak Asasi Manusia Pakistan, Azam Nazeer Tarar.
Diselenggarakan dengan tema “Pemberdayaan Sosial Ekonomi dan Politik Perempuan di Negara-negara OKI: Tantangan dan Jalan ke Depan,” konferensi ini bertujuan untuk mengadopsi roadmap Deklarasi Islamabad.
Sedikitnya 200 delegasi dari negara-negara anggota OKI berpartisipasi dalam konferensi ini.
Mengembangkan Strategi untuk Mendukung Perempuan Muslim
Konferensi ini akan mempertemukan para menteri yang bertanggung jawab atas urusan perempuan dan keluarga, pejabat senior pemerintah, perwakilan lembaga-lembaga OKI, organisasi internasional, dan mitra pembangunan untuk membahas peningkatan pemberdayaan sosial-ekonomi dan politik perempuan di seluruh negara anggota OKI.
Konferensi tahun ini berfokus pada pengembangan strategi untuk mendukung perempuan Muslim dan akan membahas isu-isu utama, termasuk pendidikan, perluasan kesempatan belajar, peningkatan kapasitas, ekonomi, dan lingkungan.
Berbicara pada konferensi pers sebelumnya di Islamabad, Tarar mengatakan Pakistan akan menggunakan forum tingkat tinggi ini untuk menyoroti inisiatif pemerintah yang bertujuan memberdayakan perempuan dan membangun masyarakat inklusif.*




