Hidayatullah.com – Senator AS Lindsey Graham meninggal dunia pada usia 71 tahun, menurut konfirmasi dari kantornya. Graham adalah salah satu pendukung ‘Israel’ yang paling setia di Kongres AS, secara konsisten mendukung penjajahan atas Palestina, dan membela genosida Zionis di Gaza.
Ia juga menyebut serangan Israel-AS terhadap Iran sebagai “perang agama” dan termasuk dalam mayoritas bipartisan di Kongres yang mendukung bantuan militer AS yang kuat kepada ‘Israel’.
Pada hari Ahad, kantornya mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa senator tersebut meninggal pada Sabtu malam karena “penyakit singkat dan mendadak.”
Senator AS dari Carolina Selatan ini adalah pendukung utama Israel yang menggunakan hubungannya dengan Trump untuk secara agresif melobi demi serangan AS terhadap Iran. Graham juga sering melakukan perjalanan ke ‘Israel’ untuk bertemu dengan para pejabat tinggi Zionis. Ia juga sering mengunjungi Arab Saudi, dan mendorong normalisasi hubungan antara sekutu AS tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyebut Graham sebagai “salah satu orang dan Senator terhebat yang pernah saya kenal,” setelah kematiannya.
“Dia selalu bekerja, dan merupakan seorang Patriot Amerika sejati. Lindsey akan sangat dirindukan!!!” tulis Trump di Truth Social.
Graham terpilih menjadi Senator AS pada tahun 2002 dan terpilih kembali pada tahun 2008, 2014, dan 2020. Pada tahun 1994, ia menjabat di Dewan Perwakilan Rakyat AS, majelis rendah Kongres AS, untuk distrik kongres ketiga Carolina Selatan.
Baru-baru ini ia menjabat sebagai ketua Komite Anggaran Senat. Graham juga menjabat sebagai anggota Komite Alokasi Senat, Komite Kehakiman Senat, dan Komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum Senat.
Ia adalah pendukung kuat invasi AS ke Irak tahun 2003 dan telah lama mendorong aksi militer terhadap Iran.
Reaksi Pejabat Zionis ‘Israel’
Kementerian Pertahanan ‘Israel’ mengatakan pada Ahad pagi bahwa mereka berduka atas kematian Graham, “yang berdiri bersama Israel di masa-masa paling sulitnya”.
Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu memberikan penghormatan kepada Graham. “Sara dan saya berduka bersama rakyat Amerika atas kehilangan sahabat kami tercinta,” kata perdana menteri yang dicari ICC itu dalam sebuah pernyataan.
“Israel telah kehilangan salah satu sahabat terbaiknya. Amerika telah kehilangan seorang patriot hebat. Saya telah kehilangan seorang sahabat tercinta,” kata Netanyahu.
Presiden ‘Israel’ Isaac Herzog mengatakan ia “terkejut dan sedih mendengar kabar meninggalnya secara mendadak patriot Amerika yang hebat, sahabat Israel yang hebat, dan sahabat saya yang terkasih.”
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan ‘Israel’ telah “kehilangan salah satu sahabat terbaiknya di Washington”, memuji “dukungan tak tergoyahkan” Graham dan “komitmen mendalam terhadap keamanan Israel”, yang menurutnya telah berkontribusi pada “banyak pencapaian penting selama perang”.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir juga mengatakan ‘Israel’ telah “kehilangan salah satu sahabat terbaiknya”, memuji “dukungan tak tergoyahkan, keberanian, dan kejelasan moral” Graham serta “komitmen teguh terhadap keamanan Israel”.
Setelah kematiannya, The Jerusalem Post menulis, “Lindsey Graham telah tiada, Israel mungkin tidak akan pernah menemukan sahabat lain seperti dia.”




