Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 Juli 2026 22:22 10:22 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Juli 2026 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Ribuan orang tampak berjalan pelan menyusuri jalan setapak dengan hutan di sekitarnya. Mereka merupakan peserta Pawai Perdamaian atau Peace March yang digelar untuk mengenang warga sipil Bosnia yang menyelamatkan diri dari genosida Srebrenica tahun 1995 menuju kota Tuzla.

Daftar isi
  • Sejarah yang tidak boleh dilupakan
  • Ribuan laki-laki Bosnia dibantai
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Lebih dari 6.000 peserta berkumpul di kota Nezuk untuk pawai tahunan selama tiga hari, yang diadakan sebagai bagian dari peringatan 31 tahun pembantaian setidaknya 8.372 warga sipil Bosnia oleh pasukan Serbia Bosnia.

Rute pawai menyusuri jalur hutan yang dikenal sebagai “Pawai Kematian” yang dilalui ribuan warga Bosnia pada Juli 1995.

Peserta akan berjalan sejauh 35 kilometer (22 mil) setiap hari sebelum mencapai Pemakaman Memorial Potocari pada tanggal 10 Juli.

Di antara mereka adalah para penyintas yang menggunakan rute tersebut untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM
Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda

Peserta membawa bendera Bosnia dan Herzegovina, bendera Bosnia masa perang yang bergambar bunga lili emas, serta bendera Turki dan Palestina.

Sejarah yang tidak boleh dilupakan

Ismet Selman, yang datang dari kota Travnik di Bosnia tengah, mengatakan bahwa setiap orang harus ikut serta dalam pawai ini setidaknya sekali.

“Saya tidak tahu bagaimana perasaan orang lain, tetapi bagi saya, setiap kali ikut, semakin sulit. Namun, saya akan terus datang selama saya mampu. Adalah tugas kita untuk memastikan ini tidak pernah dilupakan. Kita tidak boleh melupakan apa yang terjadi pada kita atau apa yang bisa terjadi lagi,” katanya kepada Anadolu.

Selman mengatakan ia akan membawa bendera Palestina selama pawai sebagai solidaritas dengan warga Palestina yang menghadapi apa yang ia sebut sebagai genosida Israel.

Amra Hashemi, yang berasal dari Srebrenica dan sekarang tinggal di Austria, bergabung dalam pawai bersama suami dan putrinya.

Setelah kehilangan banyak kerabat dalam genosida, Hashemi berkata, “Saya rasa saya belum sepenuhnya memproses semua yang saya alami. Saya percaya saya akan merasakan dampaknya lebih dalam setelah melewati bagian-bagian tertentu dari rute ini. Saya bangga berada di sini bersama putri saya.”

Suaminya, Seyed Hashemi, mengatakan bahwa ia telah mendengar banyak cerita tentang Srebrenica dan berharap pawai ini akan membantu mereka lebih memahami apa yang dialami orang-orang 31 tahun yang lalu.

Mirsa Mehinagic, 77 tahun, dari kota Bar di Montenegro, berpartisipasi untuk ke-20 kalinya.

“Ini adalah tugas saya. Kita tidak boleh lupa. Setiap orang harus datang ke sini setidaknya sekali dan merasakan apa yang dialami orang lain. Saat saya berada di pawai ini, saya merasa seolah-olah seseorang mengejar saya. Rasanya seolah-olah genosida bisa terjadi lagi pada kita semua,” katanya.

Anak-anak juga bergabung dalam Pawai Perdamaian, yang diikuti oleh peserta dari Bosnia dan Herzegovina, Turki, dan banyak negara lainnya.

Ribuan laki-laki Bosnia dibantai

Setelah pasukan Serbia Bosnia, di bawah komando Ratko Mladic, merebut Srebrenica pada 11 Juli 1995, warga sipil Bosnia yang mencari perlindungan di pangkalan PBB yang dijaga oleh pasukan penjaga perdamaian Belanda kemudian diserahkan kepada pasukan Serbia.

Sebanyak 8.372 pria dan anak laki-laki Bosnia diangkut dengan bus dan truk ke hutan, gudang, dan pabrik, di mana mereka dibunuh secara brutal. Jenazah mereka kemudian dikuburkan di kuburan massal di seluruh negeri dalam upaya untuk menyembunyikan kejahatan tersebut.

Setelah perang, para korban yang jenazahnya ditemukan dari kuburan massal dan diidentifikasi dimakamkan setiap tahun pada tanggal 11 Juli di Pemakaman Memorial Potocari.

Sejauh ini, 6.772 korban telah dimakamkan di pemakaman tersebut, sementara 250 dimakamkan di pemakaman lokal atas permintaan keluarga mereka. Jenazah lebih dari 1.000 korban genosida masih belum ditemukan.

Dalam putusan tahun 2007, Mahkamah Internasional, berdasarkan bukti yang diajukan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY), mengklasifikasikan kekejaman yang dilakukan di dan sekitar Srebrenica sebagai genosida.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bosniagenosida SrebrenicaPawai PerdamaianPembantaian Srebrenica
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Tulisan selanjutnya MUI Jabar Berencana Bentuk Satgas dan Posko Anti LGBT, Terima Dukungan Puluhan Ormas dalam Audiensi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

Berita
3 Oktober 2026 20:41
Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
  • Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM
  • Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
  • Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
  • Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
  • Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah

7 Oktober 2026 18:59
Berita

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual

4 Oktober 2026 21:12
Berita

Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan

4 Oktober 2026 17:42
Berita

Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM

4 Oktober 2026 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?