Hidayatullah.com– Persatuan umat Islam menghadapi tantangan yang semakin besar akibat perbedaan politik, aliran pemikiran keagamaan, ras, serta kepentingan pribadi, kata pemimpin negara bagian Perak, Malaysia, Sultan Nazrin Shah dalam pidato peringatan Maulid Nabi Muhammad hari Selasa (25/8/2026).
Sultan Nazrin mengatakan bahwa faktor-faktor tersebut, ditambah dengan perebutan pengaruh, pangkat, kedudukan, kekayaan, dan kenyamanan duniawi, semakin menutupi semangat persaudaraan, menyebabkan ukhuwah di kalangan Muslim tersisihkan.
Dia menekankan bahwa para pemimpin Muslim, organisasi dan gerakan Islam harus menghindari perselisihan yang tidak perlu dan meminimalkan persaingan politik, serta memberikan prioritas yang lebih besar pada inisiatif yang dapat memperkuat identitas dan kemajuan umat.
“Sungguh menggembirakan dan patut kita syukuri bahwa sementara para pemimpin dan kelompok politik memilih untuk bersaing dan terlibat dalam perselisihan, masih ada individu dan organisasi yang mempelopori upaya positif untuk meningkatkan kesadaran dalam pendidikan Islam.”
“Hal ini termasukdi antaranya ekonomi Islam, keuangan Islam, industri halal, wakaf, dakwah digital, dan penguatan lembaga keluarga. Upaya-upaya tersebut harus diperluas, diperkuat, dan diimplementasikan sebaik-baiknya.” kata Sultan Nazrin dalam pidato kerajaannya menyambut Maulid Nabi di wilayah negeri Perak di Ipoh hari ini.
Sultan juga menyoroti tantangan yang dihadapi identitas Muslim dan nilai-nilai umat karena meningkatnya pengaruh global, termasuk paparan media sosial, budaya populer, hiburan dan lainnya.
Dia mengatakan bahwa pendekatan dan strategi yang bijaksana diperlukan untuk memastikan kemajuan dan modernisasi tidak mengikis prinsip dan identitas Islam.
“Harus dilakukan upaya untuk mencapai keseimbangan agar modernisasi tidak menyebabkan hilangnya kepercayaan seseorang pada identitas dirinya sendiri” imbuhnya.
Hadir mendengarkan sambutan itu Raja Permaisuri Perak Tuanku Zara Salim, Raja Muda Perak Jaafar Raja Muda Musa dan Raja Di Hilir Raja Iskandar Dzurkarnain Sultan Idris Shah. Menteri Besar Perak Datuk Seri Saarani Mohamad dan istrinya Datin Seri Aezer Zubin juga hadir, lapor kantor berita Bernama.*




