Hidayatullah.com – Anggota Legislatif Fraksi PKS MPR RI, Dr. H. Al Muzzammil Yusuf, M.Si, menegaskan perjuangan mewujudkan kemerdekaan Palestina tidak bisa hanya mengandalkan Indonesia. Menurutnya, diperlukan kerja bersama dunia internasional, khususnya negara-negara Islam, untuk menghadapi realitas politik yang masih berpihak kepada Israel.
Hal itu disampaikan Al Muzzammil saat ditemui di sela Seminar Kemerdekaan Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) di Hotel Cosmo Amaroossa, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Ia mengatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di forum internasional sebenarnya sudah cukup kuat, tetapi belum mampu mengubah kondisi di lapangan.
“144 negara mendukung Palestina merdeka, 8 menentang, 9 abstain, tapi tidak berubah di lapangan. Jadi ini enggak bisa kerja Indonesia sendiri. Kerja dunia internasional, kerja dunia Islam, kerja bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, perjuangan Palestina merupakan kerja besar dan panjang yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, parlemen, maupun masyarakat. Ia merangkum kontribusi Indonesia dalam empat hal, yakni doa, dana, dakwah, dan diplomasi.
“Soal hasilnya bagaimana, ini bukan level hanya negara kita saja. Jadi harus melibatkan semua pihak,” katanya.
Muzzammil menilai dukungan masyarakat dunia terhadap Palestina, termasuk di negara-negara Barat, kini semakin kuat. Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan opini publik belum serta-merta mengubah realitas politik dan kekuasaan di lapangan.
“Kalau public opinion itu sudah berubah, setelah 7 Oktober ini sangat pro-Palestina. Tetapi itu public opinion. Kalau realita lapangan, Israel dan Amerika yang menguasai,” jelasnya.
Ia menegaskan sikap Indonesia terhadap Palestina sejalan dengan amanat konstitusi untuk menolak penjajahan dan ikut menjaga perdamaian dunia. Sikap tersebut, menurutnya, juga merupakan kelanjutan dari semangat Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok yang menentang penjajahan.
“Pidato Soekarno tidak akan berhubungan dengan Israel sampai Palestina merdeka. Saya kira hal-hal ini yang perlu kita lakukan, hasilnya kita bertawakal kepada Allah,” pungkasnya.




