Hidayatullah.com – Kelompok YPG yang didominasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengumumkan pembubarannya sebagai kelompok bersenjata. Pengumuman itu disampaikan setelah rampungnya proses integrasi kelompok Kurdi tersebut ke dalam angkatan darat Suriah.
Pada 29 Januari tahun ini, pemerintahan Suriah yang dipimpin Ahmad Al-Sharaa mencapai kesepakatan dengan YPG-SDF untuk mengakhiri perpecahan dan mulai berintegrasi ke dalam militer pemerintah Suriah.
“Menyusul kesepakatan yang dicapai dengan Presiden Ahmad Al-Sharaa, dan setelah rampungnya proses integrasi pasukan kami ke dalam brigade-brigade tentara Suriah, hari ini kami mengumumkan dengan penuh rasa tanggung jawab bahwa kami membubarkan diri sebagai kekuatan militer independen,” kata Mazloum Abdi, salah satu pemimpin SDF di istana kepresidenan di Damaskus.
SDF dibentuk pada tahun 2015 dengan dukungan Amerika Serikat dan didominasi oleh YPG, yakni cabang Suriah dari kelompok teroris PKK.
Washington menjalin kerjasama dengan kelompok ini dalam operasi militer melawan ISIS meskipun sekutu NATO, Turki, telah lama melayangkan keberatan terkait hubungan kelompok tersebut dengan PKK.
PKK, yang telah melancarkan kampanye perlawanan selama beberapa dekade terhadap Turki, ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Selain kesepakatan damai dan integrasi ke dalam angkatan darat Suriah, Ahmad Al-Sharaa juga menerbitkan dekrit presiden yang mengakui hak nasional Kurdi serta menetapkan bahasa Kurdi sebagai bahasa nasional.
Kesepakatan integrasi tersebut juga mengharuskan dikeluarkannya tokoh-tokoh PKK non-Suriah dari negara itu serta penggabungan para pejuang SDF ke dalam struktur keamanan dan militer negara Suriah.*




