Hidayatullah.com – Iran mempertimbangkan kemungkinan menyerang situs militer Amerika Serikat (AS) di Eropa jika Donald Trump terus meningkatkan eskalasi konflik dengannya, menurut Financial Times pada Rabu (19/08/2026).
Mengutip dua orang yang mengetahui pembahasan internal pemerintah Iran, surat kabar Inggris itu menyebut Teheran sedang bersiap memperluas konflik ke luar Timur Tengah.
Diantara target yang dipertimbangkan adalah aset-aset AS di negara Eropa tenggara, termasuk Bulgaria yang belakangan ini mengizinkan pangkalan udara Bezmer-nya digunakan oleh pesawat pengisi bahan bakar AS.
Target potensial
Siprus juga kemungkinan menjadi target Iran jika terjadi serangan baru dari AS, ungkap salah satu sumber kepada Financial Times.
Secara terpisah, pasukan Iran telah mengkaji kelayakan untuk mengganggu kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz seandainya ketegangan meningkat.
Seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Iran memperingatkan: “Jika AS bertindak terlalu jauh, Iran akan membela diri dengan segala cara, melampaui batas kawasan ini, dan turut menyerang Eropa.”
Para ahli militer yang dikutip dalam laporan tersebut menyoroti kemampuan rudal Iran yang mampu menjangkau sebagian wilayah Eropa selatan dan tenggara, meskipun tingkat akurasinya mungkin berkurang.
Kebuntuan negosiasi
Laporan Financial Times muncul di tengah kebuntuan negosiasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz serta memudarnya prospek pembicaraan baru antara Teheran dan Washington.
Presiden Trump menyatakan pada hari Selasa bahwa tidak sedang dan berencana melakukan komunikasi dengan Iran. Para pejabat militer Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa pangkalan mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran dapat dianggap sebagai target yang sah.
Situasi buntu ini terjadi menyusul kegagalan nota kesepahaman bulan Juni antara Iran dan AS, yang sedianya bertujuan untuk mengakhiri permusuhan dan membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas. Saling tuduh mengenai pelanggaran kesepakatan sejak saat itu telah menggagalkan upaya-upaya diplomatik.*




