Hidayatullah.com – Surat kabar berbahasa Ibrani, Haaretz, melaporkan bahwa penjajah ‘Israel’ sedang berupaya menciptakan kekacauan di Jalur Gaza. Itu dilakukan Zionis dengan mempersenjatai geng kriminal dan kelompok pengedar narkoba.
Berdasarkan kesaksian tentara ‘Israel’, laporan PBB, dan citra satelit, Haaretz menemukan bahwa milisi yang bersenjata lengkap telah mengusir warga Palestina dari rumah mereka dan melancarkan operasi di seluruh wilayah Gaza.
Zionis melatih setidaknya lima kelompok milisi yang beroperasi dari pangkalan yang dijaga ketat ‘Israel’ di dalam Gaza.
Menurut kesaksian salah satu tentara penjajah, militer dan badan intelijen ‘Israel’ mengirimkan milisi bersenjata dan “terlatih untuk melakukan kejahatan perang, dan sayalah yang harus melindungi mereka selama operasi berlangsung agar mereka tidak terluka.”
Militer ‘Israel’ sendiri juga telah melakukan kejahatan perang di seluruh wilayah Gaza. Entitas Zionis diduga melakukan genosida oleh Mahkamah Internasional (ICJ). Sedangkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpinnya, Benjamin Netanyahu, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Setidaknya satu kelompok milisi yang dipersenjatai dan didukung oleh ‘Israel’ memiliki kaitan dengan kelompok Daesh (ISIS). Pemimpinnya, Yasser Abu Shabab, tewas dibunuh oleh Hamas pada Desember 2025.
Banyak warga Palestina merayakan kematian Abu Shabab, sementara keluarganya sendiri telah menganggapnya sebagai pengkhianat karena berkolaborasi dengan ‘Israel’.
“Namun, proyek milisi yang menjadi simbol dirinya itu terus berkembang dan meluas—terutama sejak gencatan senjata Oktober 2025 diumumkan,” bunyi laporan Haaretz.
Pemimpin milisi lainnya, Shawqi Abu Nasira, secara terbuka mengakui kolaborasinya dengan ‘Israel’ dalam sebuah video yang dibagikan secara luas.
“Saya mengambil keputusan untuk membebaskan wilayah ini dari Hamas. Jika orang menyebut hal itu membuat saya sebagai kolaborator, maka saya memang seorang kolaborator.”
Sebagian besar warga Palestina memandang kolaborasi dengan Israel sebagai tindakan makar dan pengkhianatan, terlepas dari pandangan mereka terhadap Hamas.
Penjajah ‘Israel’ juga telah membangun infrastruktur bagi kelompok-kelompok bersenjata tersebut di tengah kehancuran luas yang melanda Gaza. Di dekat sebuah pangkalan milisi di Shujaiya, pasukan ‘Israel’ meratakan sebuah pemakaman besar warga Palestina dan mengubahnya menjadi area pelatihan milisi.
Hubungan antara kelompok-kelompok bersenjata tersebut dan militer ‘Israel’ semakin erat dan saling terkait. Anggota kelompok kriminal dapat bergerak bebas di sekitar pos-pos militer ‘Israel’, menurut keterangan tentara yang berbicara kepada Haaretz.
“Para pria bersenjata itu melakukan unjuk kekuatan, merekam aksinya, dan mengunggah rekaman tersebut ke halaman Facebook mereka untuk tujuan propaganda dan perekrutan,” ungkap hasil investigasi tersebut.
‘Israel’ memasok senjata kepada kelompok-kelompok tersebut serta memberikan dukungan artileri dan pesawat nirawak (drone) selama operasi mereka berlangsung.*




