Hidayatullah.com – Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa menunjuk mantan pemimpin YPG-SDF Mazloum Abdi sebagai penasihatnya, menurut kantor berita SANA.
Melalui dekrit presiden, Ahmad Al-Sharaa menetapkan Mazloum Abdi sebagai “penasihat Kepresidenan Republik,” lansir SANA pada Kamis (29/08/2026).
Sebelumnya, Abdi sebelumnya menjabat sebagai pemimpin kelompok teroris SDF/YPG. Bernama asli Ferhat Abdi Şahin, ia kemudian mengumumkan pembubaran organisasi YPG/SDF usai rampungnya integrasi kelompok tersebut ke dalam Angkatan Darat Suriah.
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
Pemerintah Suriah dan YPG mencapai kesepakatan pada 29 Januari yang mencakup gencatan senjata serta integrasi bertahap kelompok tersebut ke dalam lembaga-lembaga negara.
Kesepakatan bulan Januari tersebut menetapkan bahwa seluruh lembaga sipil dan militer yang dikuasai oleh kelompok itu di Suriah timur laut—termasuk pos perbatasan, bandara, serta ladang minyak dan gas—akan dimasukkan ke dalam struktur negara Suriah.
Kelompok teroris SDF yang didukung AS—yang didominasi oleh YPG (cabang Suriah dari organisasi teroris PKK)—sebelumnya menolak untuk bergabung dengan struktur militer Suriah dan menghadapi tuduhan berulang kali dari Damaskus karena menunda pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Turki secara konsisten menyerukan agar semua kelompok teroris yang terkait dengan PKK, termasuk YPG/SDF, melucuti senjata dan membubarkan diri. Turki menegaskan bahwa stabilitas Suriah bergantung pada penghapusan struktur teroris serta terjaganya integritas wilayah negara tersebut di bawah satu pemerintahan dan satu tentara nasional.
Pengumuman pembubaran SDF ini muncul setelah organisasi teroris PKK secara resmi membubarkan diri dan mengakhiri kampanye bersenjata yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Langkah ini diambil menyusul operasi kontra-terorisme berkelanjutan oleh militer Turki yang sebagian besar telah melumpuhkan kapasitas operasional organisasi tersebut serta memutus kemampuannya untuk beroperasi di dalam wilayah Turki.*




