Hidayatullah.com – Militer Turki saat ini sedang dalam masa terkuatnya, klaim Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Ahad (30/08/2026).
Klaim superioritas itu disampaikan Erdogan saat upacara wisuda dan serah terima bendera akademi militer Universitas Pertahanan Nasional, di Ankara, Turki.
Ia memuji Universitas Pertahanan Nasional Turki yang terus memperkuat posisinya di kancah global dari tahun ke tahun.
“Bisa dikatakan, kami bersaing dengan diri kami sendiri dalam industri pertahanan, di mana kami telah meningkatkan tingkat produksi dalam negeri hingga lebih dari 82 persen,” ujarnya.
‘Pertemuan’ Kapal Tempur Israel dan Turki
Sebelumnya, lembaga penyiaran publik ‘Israel’ Kan melaporkan bahwa kapal perang Turki memaksa kapal Angkatan Laut ‘Israel’ untuk mengubah rute.
Kan, yang mengutip sumber-sumber anonim, melaporkan bahwa kapal angkatan laut Turki mendekati kapal-kapal ‘Israel’ yang sedang beroperasi di Mediterania dan memengaruhi rute yang dapat mereka tempuh. Laporan tersebut tidak merinci kapan atau di mana tepatnya pertemuan itu terjadi.
Peristiwa yang dilaporkan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Turki dan Israel serta bertambahnya kehadiran angkatan laut Turki di Mediterania Timur.
Media ‘Israel’ baru-baru ini melaporkan beberapa gesekan antara kapal angkatan laut Turki dan ‘Israel’ di perairan internasional. Tidak ada satu pun insiden yang dilaporkan tersebut berujung pada konfrontasi militer secara langsung.
Laporan-laporan tersebut menafsirkan aktivitas angkatan laut Turki sebagai sinyal tekad Ankara untuk menegaskan kehadiran dan kepentingan strategisnya di kawasan tersebut.
Perkembangan ini terjadi di tengah ketegangan yang lebih luas antara ‘Israel’ dan Turki terkait isu-isu keamanan regional, khususnya kepentingan mereka yang saling bersaing di Suriah dan Mediterania Timur.*




