Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2026 11:14 11:14 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Agustus 2026 11:10
Bagikan
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin
Bagikan

Hidayatullah.com — KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH M Hasyim Asy’ari, terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031.

Gus Kikin ditetapkan melalui musyawarah mufakat Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) pagi.

Keputusan tersebut dibacakan anggota Ahwa KH Anwar Iskandar di hadapan peserta muktamar. Ia mengatakan sidang Ahwa digelar untuk menjalankan mandat Muktamar NU dalam memilih dan menetapkan Ketua Umum PBNU.

“Saya ditugasi oleh Rais Aam untuk membacakan hasil sidang yang dilakukan oleh Ahlul Halli wal Aqdi dengan satu agenda yaitu memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” kata Anwar.

Proses pemilihan diawali dengan penjaringan calon. Lima nama teratas kemudian diajukan untuk pemeriksaan administratif, yakni KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Zulfa Mustafa, KH Abdul Salam Suhib, KH Yahya Cholil Staquf, dan H. Nusron Wahid.

Baca Juga

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Tsaquf hingga Kiai Zulfa
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Dalam pemeriksaan persyaratan, Nusron Wahid dinyatakan tidak memenuhi ketentuan karena masih menduduki jabatan politik sebagai menteri. Ketentuan tersebut merujuk pada Pasal 52 ayat 5 Anggaran Rumah Tangga NU.

Nusron menerima keputusan tersebut dan menyatakan tetap siap berkhidmat di NU. “Karena saya sadar saya ini pejabat politik,” kata Nusron.

Setelah pemeriksaan administratif dan persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih, Ahwa melanjutkan musyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU.

“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim, atau sehari-hari disebut Gus Kikin, menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031,” kata Anwar saat membacakan berita acara.

Terpilihnya Gus Kikin membawa kembali sosok dari keluarga besar Tebuireng ke posisi puncak kepemimpinan NU. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari jalur ibunya, Gus Kikin adalah cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH M Hasyim Asy’ari.

Gus Kikin tumbuh dalam lingkungan pesantren. Ia pernah belajar di Pesantren Sunan Ampel Jombang dan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak. Pendidikan formalnya ditempuh di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan Universitas Terbuka, tempat ia meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi.

Ia sempat berkarier di dunia maritim dan menjalankan usaha sebelum kembali fokus mengabdi di pesantren. Saat ini, Gus Kikin merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8 sekaligus Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur.

Usai ditetapkan, Gus Kikin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan. Ia menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

“Saya pertama tentu bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala atas kemuliaan ini dan berterima kasih tidak hanya kepada yang telah menyebut nama saya atau menulis nama saya, tapi juga kepada semua orang yang telah mencurahkan energi, tenaga, dan semangatnya untuk membersamai kami,” ujar Gus Kikin.

Ia menegaskan kesiapannya untuk menjalankan tugas di mana pun dibutuhkan. “Tapi apa pun yang terjadi saya siap ditugaskan di manapun. Semoga manfaat dan berkah,” katanya.

Dengan keputusan Ahwa tersebut, Gus Kikin resmi memimpin PBNU untuk masa khidmat 2026–2031.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AHWAGus KikinHeadlineJawa TimurJombangKH Abdul Hakim MahfudzKH M Hasyim Asy'ariMuktamar NU Gus Kikin ditetapkan melalui musyawarah mufakat Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul UlumNahdlatul UlamaNUPBNUPengurus Besar Nahdlatul UlamaSenin (31/8/2026) pagi.Tambakberas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Tsaquf hingga Kiai Zulfa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri

Berita
25 Agustus 2026 18:44
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
  • Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Tsaquf hingga Kiai Zulfa
  • AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

29 Agustus 2026 19:05
Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

29 Agustus 2026 14:04
Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

29 Agustus 2026 09:20
Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

29 Agustus 2026 08:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?