Hidayatullah.com – Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa kini kokain menjadi komoditas ekspor terbesar Kolombia, melampaui penjualan minyak mentah.
Studi yang dilakukan Universitas EAFIT di Medellin menyebut bahwa hal ini merupakan pertama kalinya nilai ekspor narkotika tersebut melampaui penjualan minyak mentah.
Studi tersebut menaksir nilai ekspor kokain ilegal Kolombia sebesar 16,5 miliar dolar AS pada tahun 2024, mengungguli angka 15 miliar dolar AS yang dihasilkan oleh industri perminyakan.
Lonjakan ini menegaskan posisi Kolombia sebagai produsen kokain utama dunia, yang menyumbang sekitar 70% dari pasokan global.
Pesatnya pertumbuhan perdagangan barang haram ilegal itu sangat kontras dengan pertumbuhan ekspor legal utama Kolombia.
Menurut para peneliti EAFIT, batu bara menempati peringkat ketiga sebagai komoditi ekspor terbesar dengan nilai 7,1 miliar dolar AS, diikuti oleh ekspor emas legal sebesar 4,1 miliar dolar AS dan pertambangan emas ilegal sebesar 3,6 miliar dolar AS.
Melansir Anadolu, produksi tahunan kokain Kolombia melonjak sepuluh kali lipat sejak tahun 2013 hingga 2024.
Di wilayah pedesaan tempat tanaman koka dibudidayakan, harga satu kilogram daun koka mentah adalah sekitar 468 dolar. Setelah diproses di laboratorium kartel di dalam negeri, nilai satu kilogram kokain hidroklorida melonjak menjadi 1.400 dolar.
Seiring dengan semakin luasnya jangkauan kelompok kriminal Kolombia ke jaringan distribusi internasional di luar negeri, keuntungan yang mereka peroleh pun berlipat ganda.*




