Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Saat Harga BBM Naik, Qatar Salurkan 1,3 Juta Liter Bahan Bakar untuk Gaza

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 18 September 2026 13:09 1:09 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 September 2026 13:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Qatar menandatangani perjanjian dengan PBB untuk menyalurkan hibah sekitar 1,3 juta liter bahan bakar ke Jalur Gaza. Bantuan itu bertujuan menopang layanan kesehatan penting dan operasi kemanusiaan krusial di tengah blokade Zionis ‘Israel’.

Daftar isi
  • Saat rumah sakit di Gaza tak punya daya listrik
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Melansir Kementerian Luar Negeri Qatar pada Kamis (17/09/2026), bantuan ini merupakan kelanjutan upaya tanggap darurat Qatar. Dalam upaya yang dimulai antara 7 Oktober 2023 hingga akhir Maret 2026 itu, secara total Qatar telah menyalurkan 30 juta liter bahan bakar.

Hibah ini akan membantu menjaga operasional rumah sakit dan pusat medis utama—yang bermanfaat bagi sekitar 2,1 juta warga Palestina, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas—sekaligus mendukung infrastruktur sipil vital lainnya yang bergantung pada pasokan bahan bakar.

Para pejabat kesehatan Palestina dan PBB memperingatkan akan adanya bencana besar yang mengancam Gaza, seiring matinya generator listrik di berbagai rumah sakit akibat kekurangan bahan bakar, oli mesin, dan suku cadang; sebuah kondisi runtuhnya sistem kesehatan yang dipicu oleh blokade ‘Israel’ terhadap arus masuk barang ke wilayah tersebut.

Saat rumah sakit di Gaza tak punya daya listrik

Beberapa hari lalu (13/09/2026), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan beberapa generator rumah sakit telah berhenti beroperasi selama beberapa hari terakhir. Kemenkes Gaza memperingatkan bahwa kelangkaan bahan bakar dan oli mesin generator yang kian parah membuat pasokan listrik di rumah sakit semakin sulit.

Baca Juga

Permendag no 20
KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer

Kementerian tersebut menyatakan bahwa pasokan minyak terbatas yang baru-baru ini diizinkan masuk ke Gaza oleh ‘Israel’ hanya cukup untuk kebutuhan darurat, jauh dari kebutuhan sekitar 2.500 liter per bulan bagi setiap rumah sakit.

Generator yang tersisa, menurut kementerian, beroperasi tanpa henti di bawah beban mekanis yang berat dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan listrik seluruh unit layanan penyelamat nyawa; mereka juga memperingatkan bahwa lebih banyak generator akan rusak jika tidak segera mendapatkan pasokan minyak.

Gaza tidak lagi memiliki akses ke jaringan listrik sejak dimulainya genosida oleh ‘Israel’ pada Oktober 2023, saat Zionis memutus pasokan listrik serta membatasi masuknya bahan bakar dan minyak mesin—tindakan yang secara terbuka disebut sebagai langkah untuk menghukum penduduk setempat.

Pembatasan tersebut terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi AS dan mulai berlaku pada Oktober 2025; gencatan senjata itu memang mengakhiri serangan skala penuh, namun tidak mencabut blokade ataupun meredakan krisis kemanusiaan dan energi yang sengaja diciptakan di Gaza.

Saat ini, generator menjadi satu-satunya sumber listrik bagi rumah sakit-rumah sakit di Gaza, dan seiring dengan kerusakan generator-generator tersebut, sistem medis yang telah hancur akibat pemboman selama hampir dua tahun kini berada di ambang keruntuhan total.

Dampaknya sudah mulai terasa di ruang-ruang perawatan. Di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis—salah satu rumah sakit terbesar di Gaza yang masih beroperasi—para dokter menggambarkan situasi penghematan ketat berupa pemadaman listrik bergilir antar-gedung akibat kerusakan generator.

“Pasien berada dalam bahaya besar karena setiap pemadaman listrik mengancam nyawa mereka secara serius,” ujar Ahmed al-Nabris, seorang dokter spesialis penyakit dalam di sana. Ia menjelaskan bahwa satu dari empat generator rumah sakit tersebut sudah tidak berfungsi, sementara dua generator terbesar dari tiga yang tersisa sedang bekerja di bawah beban yang sangat berat.

Para pasien menunggu perawatan di ruang rawat yang panas menyengat, dan mereka yang bergantung pada oksigen, dialisis, inkubator, serta perawatan intensif menghadapi risiko kematian setiap kali listrik padam.

Situasi kini telah memburuk secara drastis. Menurut sumber kesehatan Palestina, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi tahu sekitar 20 rumah sakit dan pusat medis di Gaza bahwa pasokan bahan bakar dari mereka dapat dihentikan mulai 19 September.

PBB telah memperingatkan bahwa kelangkaan bahan bakar dan suku cadang—yang diperparah oleh blokade ‘Israel’ terhadap masuknya barang-barang tersebut—tidak hanya mengancam rumah sakit, tetapi juga pusat layanan kesehatan primer, bank darah, sumur air, instalasi desalinasi, dan sistem sanitasi; singkatnya, seluruh infrastruktur penopang kehidupan di Gaza.

Sejak 1 Maret, penjajah ‘Israel’ hanya mengizinkan masuknya 13.445 liter oli mesin ke Gaza, sementara lebih dari 92.000 liter masih tertahan dan menunggu persetujuan, termasuk lebih dari 22.000 liter yang diperuntukkan bagi layanan kesehatan.

Dengan membatasi pasokan oli dan bahan bakar hingga hanya mencakup sebagian kecil dari kebutuhan rumah sakit di Gaza, ‘Israel’ membuat pemeliharaan generator di wilayah tersebut menjadi tugas yang mustahil, sehingga memastikan mesin-mesin penopang hidup pasien rusak satu per satu.

Krisis ini meluas jauh melampaui lingkup rumah sakit. Kelangkaan yang sama telah menyebabkan biaya listrik dari generator swasta setempat melonjak sekitar dua puluh kali lipat dalam beberapa bulan terakhir, sehingga akses listrik menjadi tidak terjangkau bagi sebagian besar penduduk Gaza—yang dua pertiganya masih mengungsi di lebih dari seribu tempat penampungan.

Keluarga yang memiliki anggota bergantung pada peralatan medis bertenaga listrik kini tidak mampu lagi membayar biaya listrik untuk menopang hidup mereka; ini merupakan satu lagi bentuk pembunuhan perlahan dan terencana yang ditimbulkan oleh pengepungan tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahan bakarBBM naikblokade Gazagenosida GazaHeadlineisraelQatar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
Tulisan selanjutnya Ms Rachel Gandakan Donasi Mackelmore untuk Palestina, Jadi 2 Juta Dolar AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian

Berita
2 November 2026 12:57
Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Terbaru

  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
  • Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
  • LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
  • Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
  • LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar

31 Oktober 2026 17:26
Berita

Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

31 Oktober 2026 16:32
Berita

Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action

31 Oktober 2026 10:09
Berita

Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi

31 Oktober 2026 09:40
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?