Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2026 13:12 1:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2026 13:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Muhammad Fadhila Azka menyampaikan materi tentang konsep wahyu dan kenabian dalam pertemuan kedelapan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta yang berlangsung di Aula INSISTS, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Rabu malam (29/10/2026). Pada kesempatan kali ini, tema yang dibahas adalah Konsep Wahyu dan Kenabian.

Hadir sebagai narasumber utama, Muhammad Fadhila Azka, Dosen SPI sekaligus pakar kajian pemikiran Islam, mengupas secara rinci bagaimana Islam melihat realitas kehidupan dan keilmuan.  Dalam pemaparannya, Muhammad Fadhila Azka menegaskan bahwa Islam bukanlah sekadar ajaran filsafat rasional semata.

“Pembahasan kita kali ini lebih merembet kepada ilmu kalam. Islam ini bukan sekadar agama filsafat dan sejenisnya, tetapi Islam mendudukkan pendalaman yang sangat mendasar terhadap wahyu,” ujar Muhammad Fadhila Azka di hadapan para peserta kajian.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam Islam, realitas fisik maupun metafisik diakui secara utuh. Allah SWT menyatakan diri-Nya melalui firman-firman-Nya, yang memberikan gambaran kosmik (cosmic) yang lengkap bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, setiap Muslim dituntut untuk memiliki asas etika yang benar terhadap Sang Pencipta.

Menukil pemikiran Imam Al-Ghazali, Muhammad Fadhila Azka memaparkan pembagian ilmu menjadi Ilmu Aqliyah (seperti ilmu kedokteran dan sains) serta Ilmu Syar’i (ilmu agama). Ilmu agama dan perbaikan batin mencakup kajian Fiqih, Ushul Fiqih, Tafsir, Tasawuf, hingga Ilmu Kalam. Di antara seluruh cabang tersebut, Ilmu Kalam menduduki posisi kulliyah (mencakup keseluruhan ajaran dasar).

Baca Juga

Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam menempatkan ilmu. Fenomena kekacauan pemikiran saat ini sering kali berakar dari apa yang disebut sebagai Loss of Adab. “Loss of Adab itu terjadi ketika seseorang tidak lagi meletakkan sesuatu sesuai pada tempatnya,” tegas Dosen SPI tersebut.

Dalam sesi pembahasan wahyu, dipaparkan pula bagaimana Al-Qur’an diturunkan sebagai mukjizat utama Nabi Muhammad SAW untuk menantang kebiasaan masyarakat jahiliyah yang mengagungkan keahlian bersastra dan berbahasa. Bahasa Al-Qur’an (lughatud din) bukanlah bahasa sekuler atau sekadar alat komunikasi biasa, melainkan kerangka pikir yang meruntuhkan cara pandang jahiliyah.  

Al-Qur’an juga menjadi pendorong utama meluasnya bahasa Arab sebagai bahasa peradaban dan keilmuan yang tinggi di dunia Islam. Oleh sebab itu, Al-Qur’an harus menduduki posisi sebagai dasar epistemologi yang menilai realitas, bukan justru realitas yang menilai dan menghakimi Al-Qur’an.

Kajian yang berlangsung interaktif ini memantik antusiasme besar dari para peserta. Banyak murid yang menyadari betapa pentingnya mendalami ilmu agama secara terstruktur untuk membentengi diri dari arus pemikiran kontemporer yang menyimpang. Salah satu murid SPI Angkatan 15, Putri, memberikan tanggapannya mengenai materi yang disampaikan. Ia menyoroti fenomena pemikiran liberal yang kerap menguji keaslian dan otoritas Al-Qur’an tanpa kedalaman ilmu.

“Ternyata orang-orang liberal itu cuma pintar ngomong saja ya. Kalau kita mempelajari Islam dengan benar dan runtut, semua argumen orang liberal itu kelar sih, kosong semua. Konsep wahyu ini kalau didalami lagi, real Islam itu adalah agama yang sangat superior,” ungkap Putri dengan mantap.*/Salsabila

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filsafatinsistislamic worldviewSekolah Pemikiran Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
Tulisan selanjutnya Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi

Berita
30 Oktober 2026 14:11
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS

Terbaru

  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
  • Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
  • Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
  • BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
  • Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

29 Oktober 2026 13:59
Berita

Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing

28 Oktober 2026 19:13
Berita

BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal

28 Oktober 2026 13:23
Berita

Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan

28 Oktober 2026 13:17
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?