Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Ajaibnya Makkah, Hidup Orang Miskin Mudah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com –Kota suci Makkah dianggap sebagai salah satu kota yang paling mahal untuk ditinggali, berdasarkan tingginya biaya akomodasi di daerah sekitar Masjidil Haram.

Hal tersebut, menurut para pakar ekonomi, telah menciptakan kesan keliru yang mengira orang-orang kaya dan proyek-proyek raksasa saja yang hanya ada di sana.

Kenyataannya, banyak orang miskin Saudi dan orang asing yang papa tinggal tak jauh dari Masjidil Haram. Jumlahnya berlipat dan keturunan mereka, yang tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan, menekuni bisnis kecil-kecilan guna menyambung hidup diri sendiri dan keluarga.

Bisnisnya, seringkali hanya bernilai beberapa riyal saja. Meskipun demikian, masih bisa memberi makan beberapa mulut yang kelaparan.

Sebut saja Mohsen Attiyah. Dia adalah pria Saudi berusia 62 tahun. Pekerjaannya menjual kayu siwak di pelataran Masjidil Haram. Bisnis kelas guremnya itu dilakoni untuk menghidupi istri dan delapan anaknya.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

“Saya telah menjual siwak selama lebih dari 25 tahun. Saya memulai usaha ini dengan modal tidak lebih dari 25 riyal,” cerita Attiyah.

Pria itu membeli kayu siwak dalam jumlah agak banyak seharga 300 riyal. Lalu dia memotong-motongnya menjadi tangkai kecil sebanyak kira-kira 700 buah. Setiap tangkai dijual kembali dengan harga 3 riyal.

“Saya mendapat keuntungan antara 1.400-2.100 riyal.”

Meskipun untungnya lumayan, tapi barang dagangannya tidak habis dalam waktu sekejap.

“Kadang butuh waktu berhari-hari untuk menjual habis seluruh siwak saya,” katanya, seraya menjelaskan bahwa kota Makkah adalah tempat terbaik untuk menjual barang dagangan semacam itu.

Lain Attiyah, lain pula Arshad Haj. Pendatang asing ilegal ini masih berusia 22 tahun. Bisnisnya adalah menjual jasa gunting, sebagai tukang potong rambut.

Modal bisnisnya adalah gunting seharga 6 riyal. Dengan gunting di tangan, dia mencukur kepala-kepala para jamaah di dekat pintu Masjidil Haram. Imbalannya 3 riyal per kepala. Selama bulan Ramadhan dan musim haji, tarif layanannya bisa naik hingga 5 riyal.

“Saya memperoleh pendapatan sekitar 120 riyal di hari-hari biasa. Tapi bisa mendapat tiga kali lipatnya di musim ramai.”

Bakr Kano, pria pendatang ilegal asal Chad, punya cerita lain. Bisnis skala mikronya bergelut di dunia air mineral. Layaknya air yang dijual, bisnis itu menjadi penyelamat dan penyambung hidup keluarganya.

Kano membeli 30 kardus berisi botol-botol air mineral seharga 18 riyal per karton, yang akan dijual lagi dengan harga 30 riyal.

“Setiap hari saya menjual sekitar dua sampai tiga karton air mineral di lampu merah dan mendapatkan keuntungan lebih dari 36 riyal sehari,” katanya berkisah.

Adalagi bisnis gurem lainnya, tapi yang ini unik. Namanya bisnis mengucap salam. Bisnis ini biasa dilakukan oleh para penyapu jalan. Mereka mengucapkan “Assalamu’alaikum” kepada para pengendara mobil yang kaya di dekat lampu pengatur lalu lintas.

Para pengemudi mobil biasanya menganggap mereka adalah orang miskin yang layak diberi sedekah. Sambil membalas salam, mereka pun memberi sejumlah uang.

“Saya mendapatkan uang lebih banyak dari menjual salam daripada dari pekerjaan saya,” kata seorang petugas penyapu jalan.

Menurut Syeikh Muhammad Al-Sahli, seorang profesor ilmu syariah di Universitas Umm Al-Qura, orang miskin bisa menghasilkan uang di Makkah karena Nabi Ibrahim alaihissalam berdoa kepada Allah memohon karunia-Nya atas penduduk kota suci itu.

Dia mengatakan, sejumlah orang miskin yang datang ke Makkah mampu menemukan berbagai macam sumber pendapatan, seperti menjual air mineral dan kayu siwak. “Beberapa di antara mereka bahkan ada yang kemudian menjadi pengusaha dan pedagang,” katanya.[di/an/ hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Tinggal Hendak Dijadikan Gereja, Warga Minta Ditutup
Tulisan selanjutnya “Serakah” Yang Membawa Berkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?