Hidayatullah.com – Media sosial, terutama Instagram, belakangan ini ramai membicarakan kabar masuk Islamnya seorang kreator konten Inggris.
Melalui unggahan di akun pribadinya, Luke Franklin atau biasa dipanggil Big Frank mengumumkan bahwa dirinya telah mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi mualaf.
Siapa Big Frank?
Big Frank dikenal sebagai seorang influencer media sosial dan kreator konten tentang perjalanan dan traveling di negara-negara Muslim. Saat artikel ini ditulis, akun Instagram Big Frank, @big_frank__4444 memiliki sekitar 97,8 ribu pengikut.
Ia mengaku dirinya adalah atheis dan membuat konten yang berfokus pada kesehatan mental pria, sebelum akhirnya pindah ke Uni Emirat Arab dan mengenal Muslim.
“Saya seorang ateis sampai sekitar tiga atau empat minggu yang lalu. Saya benar-benar ateis 2 tahun yang lalu jika Anda bertanya tentang agama,” kata Big Frank dalam wawancara dengan The Lovin Dubai Show yang diunggah pada 9 Juli 2026.
Mualaf Penuh Tato
Keramahan, kehangatan dan nilai kekeluargaan yang diterima Big Frank dari masyarakat Muslim membuatnya tertarik dengan Islam. Ia pun mulai membagikan konten-konten yang memperlihatkan interaksinya dengan warga lokal.
Sejumlah netizen menilai konten Big Frank berhasil mendobrak stereotip negatif Barat terhadap dunia Islam.
Pada 28 Juli 2026, Big Frank mengumumkan dirinya baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam di sebuah masjid di Ajman, Uni Emirat Arab.
Keputusan besar itu tidak datang begitu saja. Big Frank mengaku ia banyak berdiskusi dengan penceramah Faris Al Hammadi dan temannya yang telah lebih dahulu masuk Islam, Mark. Tidak hanya itu, secara otodidak ia juga membaca dan berupaya mempelajari isi Al-Quran.
Perjalanan spiritual itu mengarahkan Big Frank sampai di titik di mana ia tidak lagi atheis, menyadari keberadaan Tuhan dan memilih Islam sebagai jalan hidupnya.
“Ya, pasti ada Sang Pencipta. Dan tentu saja, berada di sekitar umat Muslim, melihat betapa baiknya mereka, membuat saya mulai meneliti Islam dan jatuh cinta padanya,” ungkap Big Frank.
Kehangatan dan keramahan masyarakat Muslim menambah kuat dorongan pria penuh tato itu untuk memeluk Islam.
“Tahukah kamu? Aku pernah dipenjara, aku besar di negara Barat, aku pernah berada di pub, aku pernah berada di bar geng motor yang orang-orangnya mirip denganku. Aku tidak pernah cocok di tempat lain selain di sini,” kata Big Frank.
Kebahagiaan Big Frank semakin lengkap ketika tidak lama setelah pengumuman dirinya masuk Islam, sang istri juga memutuskan untuk mengikuti jejaknya.
Ayah dari dua putri itu mengatakan momen tersebut sebagai berkah terbesar yang mengubah arah hidup keluarga kecilnya sepenuhnya.
Mari kita doakan agar Big Frank selalu istiqomah dalam jalan kebenaran yaitu Islam. Amin.*




