Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Juni 2026 16:14 4:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Juni 2026 16:15
Bagikan
Li Xuming (pelaku) dalam sebuah rekaman CCTV (Fox News)
Bagikan

Konflik antartetangga berubah menjadi kasus peracunan yang mengungkap bagaimana akses terhadap laboratorium universitas dapat disalahgunakan ketika pengawasan keamanan tidak berjalan semestinya.

Hidayatullah.com | PADA awalnya, Umar Abdullah mengira bau menyengat yang beberapa kali muncul di depan pintu apartemennya hanyalah masalah teknis pada bangunan. Bersama istrinya dan bayi perempuan mereka yang baru lahir, ia memanggil petugas pemeliharaan gedung, memeriksa sistem pendingin udara, bahkan mengganti pemanas air.

Namun, setiap upaya itu berakhir dengan hasil yang sama: tidak ada sumber kebocoran yang ditemukan.

Alih-alih membaik, kondisi keluarga kecil tersebut justru semakin mengkhawatirkan. Umar dan istrinya mengalami sesak napas, mata perih, iritasi kulit, serta pusing setiap kali memasuki apartemen mereka di Tampa, Florida.

Putri mereka yang masih bayi menjadi korban paling rentan. Ia batuk, muntah, menolak makan, hingga harus mendapatkan perawatan di ruang gawat darurat.

Baca Juga

Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

Trauma itu masih membekas bagi Abdullah. “Bagaimana mungkin seseorang bisa setega itu? Peristiwa ini masih menghantui kami seperti mimpi buruk yang tak kunjung berakhir,” ujarnya kepada Fox News.

Kamera yang Mengungkap Teror

Bau misterius itu pertama kali tercium pada akhir Mei 2023. Seorang teman yang mengambil paket di depan apartemen Abdullah mencium aroma menyengat dan melaporkannya kepada keluarga tersebut. Berbagai dugaan pun bermunculan, mulai dari kebocoran pendingin udara hingga gangguan pada sistem pemanas air. Namun, pemeriksaan oleh petugas pemeliharaan, pemadam kebakaran, dan teknisi tidak menemukan sumber masalah.

Umar Abdullah

Kecurigaan Abdullah mulai mengarah kepada tetangganya di lantai bawah, Li Xuming. Hubungan mereka sebenarnya sempat berjalan baik. Tak lama setelah putri Abdullah lahir, Li bahkan menghadiahkan pakaian bayi sebagai bentuk ucapan selamat.

Namun, suasana berubah ketika Li mulai mengeluhkan suara langkah kaki, gesekan furnitur, hingga bunyi toilet dari apartemen di atasnya. Abdullah mengatakan keluarganya telah berusaha sebisa mungkin mengurangi kebisingan, tetapi berbagai keluhan tetap berdatangan. Li bahkan sempat melaporkan mereka kepada kepolisian dan asosiasi penghuni apartemen.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Abdullah memasang kamera kecil yang disamarkan di dekat pintu apartemennya. Rekaman itulah yang akhirnya mengungkap fakta mengejutkan.

Pada 27 Juni 2023, kamera menangkap Li berjongkok di depan pintu apartemen sambil menyuntikkan cairan menggunakan jarum suntik ke celah bawah pintu. Abdullah segera menghubungi polisi, yang kemudian menangkap Li pada hari yang sama.

Penyelidikan mengungkap bahwa cairan tersebut merupakan campuran dua obat golongan opioid, metadon dan hidrokodon. Tim penanganan bahan berbahaya (HazMat) menyatakan campuran itu sangat beracun. Bahkan seorang polisi dan petugas pemadam kebakaran yang menangani lokasi mengalami iritasi kulit setelah bersentuhan dengan zat tersebut.

Bayi Menjadi Korban

Bagi Abdullah, bagian paling menyakitkan dari seluruh peristiwa itu bukanlah konflik dengan tetangganya, melainkan penderitaan putrinya yang masih bayi.

“Saya sangat terkejut. Mata dan hidung putri saya dipenuhi air mata. Ia terus menggosok matanya sambil batuk tanpa henti,“ tutur Abdullah.

Menurutnya, campuran zat yang disuntikkan ke dalam apartemennya memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi, terutama bagi bayi yang sistem pernapasannya masih rentan.

“Campuran itu sangat berbahaya dan mengancam nyawa. Menghirup racun tersebut dapat membuat zat beracun dengan cepat masuk ke aliran darah, sehingga risikonya jauh lebih besar bagi bayi,“ jelas Abdullah kepada Fox News.

Ia mengaku momen ketika putrinya dirawat di rumah sakit menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan.

“Melihat tangan mungilnya dipasangi infus, harus menahan rasa sakit akibat tusukan jarum dan berbagai pemeriksaan, benar-benar menghancurkan hati saya,” kenangnya kepada Fox News.

Ketika Ilmu Menjadi Senjata

Kasus ini menyita perhatian bukan hanya karena motifnya yang dipicu perselisihan antartetangga, tetapi juga karena latar belakang pelakunya.

Saat kejadian berlangsung, Li Xuming merupakan mahasiswa doktoral bidang kimia di University of South Florida (USF). Dengan pengetahuan akademik dan akses terhadap laboratorium kampus, ia diduga meracik campuran zat berbahaya yang kemudian dimasukkan ke dalam botol dan jarum suntik untuk digunakan berulang kali.

Setelah ditangkap, Li menghadapi berbagai dakwaan pidana, termasuk penganiayaan, penyebaran bahan kimia berbahaya, dan kepemilikan zat terlarang. Ia kemudian dikeluarkan dari USF dan dideportasi ke Tiongkok pada akhir 2023.

Kasus tersebut memunculkan pertanyaan yang lebih luas: apakah sistem keamanan laboratorium di perguruan tinggi telah mampu mencegah penyalahgunaan akses oleh orang dalam?

Celah di Balik Pintu Laboratorium

University of South Florida sebenarnya memiliki berbagai prosedur keselamatan laboratorium. Mahasiswa diwajibkan mengikuti pelatihan keselamatan, memahami aturan penggunaan bahan kimia, serta mencatat penggunaan material melalui sistem inventaris.

Namun, menurut Alexandra Williams, peneliti senior National Consortium for the Study of Terrorism and Responses to Terrorism (START) di University of Maryland, prosedur keselamatan tidak selalu cukup untuk mencegah penyalahgunaan.

“Kasus Li menjadi pengingat bahwa insiden seperti ini benar-benar dapat terjadi apabila celah-celah keamanan tersebut tidak segera diperbaiki,” tulis Williams dalam analisisnya di CBNW.

Williams menilai persoalan tersebut tidak hanya terjadi di USF.

“Masalah ini bukan hanya dialami USF. Justru karena itulah berbagai celah keamanan seperti ini menjadi semakin penting untuk segera dibenahi,” tulisnya.

Menurut Williams, sebagian besar prosedur laboratorium masih berorientasi pada keselamatan kerja, bukan pada pencegahan ancaman dari orang dalam. Sistem inventaris yang bergantung pada pelaporan mandiri juga berpotensi dimanfaatkan apabila tidak disertai audit, pengawasan aktif, serta pembatasan akses terhadap bahan-bahan berisiko tinggi.

Kasus Li bukanlah yang pertama. Pada 2014, seorang mahasiswa pascasarjana biokimia di Stanford dilaporkan meracuni botol minum rekan-rekannya menggunakan paraformaldehida.

Tujuh tahun kemudian, seorang mahasiswa di Jerman mencuri senyawa 4-Bromoaniline dari laboratorium dan mencemari kopi, susu, madu, serta minuman di sejumlah ruang bersama.

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ancaman tidak selalu datang dari pihak luar, melainkan juga dari individu yang memiliki akses sah terhadap fasilitas penelitian.

Pelajaran bagi Dunia Akademik

Kasus Li Xuming mungkin telah berakhir. Ia ditangkap polisi, dikeluarkan dari University of South Florida, dan dideportasi ke Tiongkok. Namun, peristiwa yang menimpa keluarga Abdullah menyisakan pertanyaan yang jauh lebih besar daripada sekadar motif seorang pelaku.

Bagi Alexandra Williams, ancaman terhadap keamanan laboratorium tidak selalu datang dari luar institusi. Risiko justru dapat muncul dari orang-orang yang dipercaya menggunakan fasilitas tersebut.

“Kenyataan yang tidak dapat dihindari adalah selalu ada orang yang berusaha menyalahgunakan akses yang dimilikinya, baik untuk keuntungan pribadi maupun untuk mencelakakan orang lain,“ tulis Williams dalam analisisnya di CBNW.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa risiko tersebut masih dapat ditekan melalui budaya keamanan yang kuat, pengawasan yang konsisten, serta sistem yang mampu mendeteksi penyalahgunaan sejak dini.

“Risiko ini memang tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat dikurangi. Hal itu hanya dapat dicapai melalui komitmen untuk membangun, menerapkan, dan mempertahankan budaya keamanan yang kuat,” pungkas Williams dalam artikelnya di CBNW.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdullah UmarHeadlinekonflikLi Xumingperacunantetangga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Tulisan selanjutnya Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Berita
25 Juni 2026 11:39
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

Terbaru

  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?