Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Bunuh Diri Itu Wajib Ada

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Pernah kah kita amati jari jemari yang lentik berderet di tangan? Apa jadinya jika jari-jari tersebut tidak ada atau sekedar belum sempurna bentuknya? Boleh jadi, kita akan kesulitan memegang gagang pintu serta memasukkan kunci ke lubangnya dengan tepat. Bila dikaji lebih jauh, sungguh di balik penciptaan itu semua ada rahasia Allah yang amat rinci dan tepat dalam merancang sesuatu.
Jari Hasil Bunuh Diri Bentuk jari yang melekat pada tubuh merupakan hasil serangkaian proses pelik bernama apoptosis. Apoptosis merupakan proses penghilangan sel-sel tak diinginkan yang jumlahnya mungkin mencapai juta’an tiap detiknya. Kematian sel terprogram ini menentukan bentuk dan rupa janin selama masih berupa embrio. Dengan melibatkan berbagai senyawa dalam tubuh, apoptosis ‘membunuh’ sel-sel tertentu dan membiarkan yang lain tetap hidup. Sel-sel yang hidup, salah satu contohnya, dapat dilihat pada jari-jari yang memanjang. Adapun sel-sel yang sengaja dibunuh, akan menjadi ruang sela antara jari satu dengan lainnya.
Peristiwa yang normal terjadi dalam sel ini merupakan salah satu ‘teknik’ Allah dalam merancang makhluk-Nya sehingga terbentuk rupa dan fungsi yang tepat serta enak dipandang mata. Bahkan, kini juga diketahui bahwa apoptosis merupakan cara yang diberikan Allah kepada tubuh untuk melindungi diri dari ganasnya penyakit kanker.
Kajian bunuh diri Kenyataan bahwa apoptosis adalah kinerja unik sel dalam menanggapi kondisi diri dan lingkungannya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa ilmuwan. Para peneliti seakan berlomba menguak tabir keajaiban di balik fenomena kematian sel dalam tubuh. Hal ini terlihat dari beberapa laporan ilmiah terkini terkait apoptosis yang kian hari kian bertambah.
Usaha memahami teknik Allah dalam memelihara sel tubuh manusia ini tengah dilakukan oleh sekelompok ilmuwan. Sebut saja, apa yang dilakukan oleh asisten profesor Li Hoi Yeung dan asisten professor Koh Cheng Gee beserta tim dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Penelitian yang dilaporkan pada tahun 2009 ini menyebutkan bahwa selama apoptosis, kinerja penyelamatan sel dihambat oleh protein tertentu, semacam ‘anti-faktor’. Padahal, cara penyelamatan ini sangat dibutuhkan untuk menjaga sel tetap hidup. Kejadian ini menyebabkan terhentinya kemampuan sel untuk mengawali proses perbaikan terhadap kerusakan diri.
Mereka juga mengungkapkan sejenis protein khusus, disebut RanGTP, yang terlibat dalam lalu lintas keluar dan masuknya protein tertentu tersebut dalam sel. Kadar RanGTP berkurang banyak selama tahap awal apoptosis. Kondisi ini berseberangan dengan keadaan normal, yakni kadar RanGTP di dalam inti tinggi dan di dalam sitoplasma (semacam cairan yang menyelimuti inti sel) rendah. Terjadinya perbedaan konsentrasi (gradien) RanGTP antara inti dan sitoplasma dimanfaatkan sebagai jalur sekaligus pengarah lalu lintas protein serta molekul lain ke dalam dan ke luar inti. Oleh sebab itu, ketika kadar RanGTP berkurang di dalam inti, gradien RanGTP akan terganggu dan mesin lalu lintas pun mati.
Demikianlah setetes air dari lautan ilmu Allah yang maha luas. Tak satu pun makhluk di dunia ini luput dari pengetahuan dan rancangan-Nya yang serba tepat lagi mengagumkan. Betapa tidak, sebuah sel yang tak ber-‘otak’ seperti manusia ternyata mengetahui kapan saat yang tepat untuk membelah diri dan menghentikan hidupnya. Dengan apoptosis, jemari kita dapat berbentuk dan berfungsi sebagaimana mestinya. Pun, dengan cara yang sama seekor kecebong mengetahui waktu yang sesuai untuk memutuskan ekornya. Lalu, masihkah berpikir bahwa kejadian rumit lagi terancang sempurna ini adalah suatu perkara yang lumrah bahkan kebetulan? “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui” [QS Al An’aam 6:73]. Ilustrasi: U.S National Library of Medicine *)Penulis, Syaefudin, adalah Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor. Referensi:Nanyang Technological University (2009, July 30). Important Insight Into Apoptosis Or Programmed Cell Death. ScienceDaily. Retrieved July 10, 2010, from http://www.sciencedaily.com¬ /releases/2009/07/090714104004.htm

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IPO Krakatau Steel Preseden Buruk BUMN
Tulisan selanjutnya Agar Aman, Tegakkan Syariat Islam Lewat Konstitusi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (4) : Lebaran, Menjilat Sultan, dan Urusan Kavling Surga

24 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?