Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lagi Warga 36 Negara Dilarang Masuk Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Juni 2025 21:39 9:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Juni 2025 21:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah pimpinan Presiden Donald Trump akan memperluas larangan masuk ke Amerika Serikat bagi 36 lain, 25 di antara merupakan negara Afrika, menurut kabel internal Departemen Luar Negeri yang dirilis pada akhir pekan kemarin.

Awal bulan ini, Trump menandatangani keputusan pelarangan masuk bagi warga dari 12 negara, dengan alasan untuk melindungi Amerika Serikat dari para teroris asing dan ancaman keamanan nasional lainnya.

Dalam kabel internal yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, pihak kementerian mengajukan pelarangan serupa bagi warga dari 36 negara lain, 25 di antara berada di Afrika.

Negara-negara itu adalah Angola, Antigua dan Barbuda, Benin, Bhutan, Burkina Faso, Cabo Verde, Kamboja, Kamerun, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Djibouti, Dominika, Ethiopia, Mesir, Gabon, Gambia, Ghana, Kyrgyzstan, Liberia, Malawi, Mauritania, Niger, Nigeria, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Sao Tome dan Principe, Senegal, Sudan Selatan, Suriah, Tanzania, Tonga, Tuvalu, Uganda, Vanuatu, Zambia, serta Zimbabwe.

Isi kabel tersebut, yang pertama kali diberitakan oleh Washington Post, menjabarkan puluhan alasan kekhawatiran tentang negara-negara dimaksud. Kekhawatiran tersebut antara lain, negara-negara dimaksud tidak memiliki pemerintah yang kompeten atau kooperatif untuk menghasilkan dokumen identitas yang dapat diandalkan. Keamanan paspor keluaran dari negara-negara itu dipertanyakan.

Baca Juga

Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

AS juga khawatir soal visa overstay, kurangnya kerja sama dalam urusan deportasi, serta aksi terorisme atau anti-Yahudi atau anti-Amerika yang mungkin akan dilakukan warga dari negara tersebut di AS.

Diplomat-diplomat AS diperintahkan untuk memberikan waktu kepada 36 negara itu sampai hari Rabu 18 Juni pukul 8 pagi untuk menyerahkan rencana aksi yang akan mereka lakukan guna memenuhi persyaratan dan ketentuan yang digariskan oleh Washington.

Negara-negara itu akan dimasukkan dalam daftar larangan penuh atau parsial apabila dalam 60 hari tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan yang digariskan pemerintah AS, lansir RFI Senin (16/6/2025).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rudal Balistik Iran menarget Israel Pakai Cara Baru, Iran Kacaukan Sistem Pertahanan ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Polisi Malaysia Tangkap Tersangka Penipuan Paket Haji yang Paksa Jamaah Menyusuri Rute Berbahaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Berita
8 Juni 2026 12:15
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

13 Juni 2026 09:49
Berita

Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

12 Juni 2026 21:40
Berita

China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

12 Juni 2026 21:12
Berita

Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

11 Juni 2026 18:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?