Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Erwin Mengaku Tak Lagi Semangat Terbitkan Playboy

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2011 06:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah lama keluar dari penjara dan tak terdengar kabarnya, Selasa (08/11/2011), kemarin, mantan pemimpin redaksi Playboy Indonesia, Erwin Arnada muncul di pers Belanda. Harian Belanda de Pers menurunkan artikel bertajuk “Playboy Haram”, berisi wawancara dengan. Mantan orang nomor satu di Playboy  Indonesia yang pernah dipenjara satu tahun atas tuntutan “perilaku tidak senonoh” ini.

Kutipan wawancara pertamanya, setelah satu tahun dirinya bebas dimuat di radio Belanda, RNW.

Di salah satu media ini, Erwin mengungkapkan keluh kesahnya seputar keberatan kalangan Islam terhadap majalah porno ini dan sikapnya setelah keluar dari Penjara. Ia bahkan mengaku sadar, sikapnya yang terus menerbitkan majalah itu akan menuai kontroversi, khususnya dari kaum Muslim. 

“Saya sadar kami akan mendapatkan kritik,” kata Erwin.

Ia bahkan tetap nekat menerbitkan dan edisi perdananya tembus 100 ribu eksemplar -berbalut kemasan pembungkus khusus- terjual dalam satu bulan. Ia bahkan mengaku berusaha mengajak kalangan Islam berdialog.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kelompok Muslim garis keras sangat berpengaruh di Indonesia dan mereka akan mengintili gerak gerik semua hal yang mereka benci. Untuk jaga-jaga, kami bahkan sudah mengundang mereka untuk berdialog sebelum peluncuran edisi pertama.” 

Satu-satunya yang harus Erwin lakukan kala itu adalah mengubah nama majalah.

“Judul Playboy itu saja yang masih mengganjal bagi mereka. Permintaan saya tolak, kekanak-kanakan sekali menurut saya. Reaksi pemimpin Front Pembela Islam (FPI) atas penolakkan adalah ‘tunggu saja sampai “tentara Allah” menindak Anda.’ Yah, mereka lalu memang benar-benar memegang ucapannya,” kenang Erwin Arnada seperti dikutip de Pers.

Bulan-bulan berikutnya, ratusan orang terus-menerus berdemonstrasi di depan kantor redaksi di Jakarta.

“Aneh sekali rasanya mendengar banyak orang berteriak bahwa Anda adalah musuh Islam dan Anda harus mati. Tapi saya diam saja. Sampai ketika orang-orang itu menyerang rumah orangtua saya dan mencelakai seorang staf saya, baru saya sadar akan bahaya yang kami hadapi. Saat itulah saya memutuskan untuk memindahkan seluruh operasi ke Bali. Masyarakat lebih toleran di Bali. Di Jawa, para ekstremis bisa bertindak seenak jidat, tidak demikian di Bali.”

Meski dipindahkan ke Bali, umat Islam tetap saja protes. Puncaknya, ketika kantor redaksi Playboy dibakar massa dan tahun 2010 Erwin dijatuhi hukuman dua tahun atas perilaku cabul.

Ia juga mengaku, dipenjara ditahan bersama dengan tertuduh “teroris”.

“Saya terus menerus terancam. Sudah beberapa kali saya diancam dengan pisau di leher saya. Tapi saya juga sempat membuat teman di tahanan. Indonesia punya banyak tahanan politik, orang-orang pintar mereka itu. Saya satu sel dengan mantan kepala bank nasional dan kepala polisi tertinggi di Jakarta. Saya belum pernah terlibat dengan percakapan intelektual yang begitu intens seperti yang saya lakukan di penjara,” ujarnya dikutip RNW.

Kini, setelah tepat satu tahun Erwin bebas setelah Mahkamah Agung membatalkan vonisnya. Ia sibuk mengerjakan bukunya dari tempat persembunyian di Bali. Namun bukan untuk menerbitkan lagi majalah yang pernah mengantarkannya ke penjara itu.

“Tidak ada lagi Playboy Indonesia. Saya sudah tidak bersemangat. Orang-orang kadang ngomong wah para ekstrimis itu menang dong! Playboy akhirnya benaran ditutup. Saya tidak melihatnya seperti itu. Sayalah pemenang pertempuran ini! Saya sudah memberikan hidup saya selama satu tahun untuk majalah itu. Kalau saya mau saya bisa buka Playboy lagi besok. Tapi saya sudah menegaskan poin saya. Playboy adalah masa lalu bagi saya, saya sibuk mencari sesuatu yang baru lagi sekarang,” ujarnya pada de Pers. Benarkah? Kita tunggu saja.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas: 10 Wanita Palestina akan Dibebaskan
Tulisan selanjutnya Melaka Bidik Kaum Homo dengan Syariat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

Berita
26 September 2026 10:27
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional
KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
Hujan Deras Merendam Bangkok

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?