Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Generasi Muda Sumbar Salah Memaknai ‘Balimau’

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 Juli 2012 06:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagian generasi muda di Sumatera Barat dinilai salah dalam memaknai tradisi “balimau” (mandi menyucikan diri) dalam menyambut Ramadhan.

“Makna `balimau` sudah bergeser dari tradisinya, terkhusus kalangan generasi muda karena lebih banyak jadi ajang hura-hura, daripada makna tradisi balimau tersebut,” kata Ketua LKAAM Sumbar, Sayuti Datuk Rajo Pangulu di Padang, Selasa (17/7/2012).

Menurut dia, tradisi “balimau” kerap terjadi perbuatan yang dinilai maksiat. Misalnya, ada yang menjadikan tradisi “balimau” sebagai ajang pacaran. Bahkan tak sedikit lelaki yang memelototi tubuh wanita yang lekuk tubuhnya terlihat jelas sebab badannya berbalut kain basah.

Tingkah laku sebagian orang itulah yang membuat tokoh agama di Minangkabau tidak merasa senang tradisi “balimau” oleh kalangan generasi muda, sehingga menuding tradisi “balimau” lebih banyak mudharatnya daripada manfaat, katanya.

Padahal makna dari tradisi “balimau” adalah kebersihan hati dan tubuh manusia dalam mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah puasa.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut dia, prosesi “balimau” pada awalnya positif dan mendapat dukungan agama. Lagi pula, tidak saja dilakukan pada saat memasuki bulan puasa.

“Awalnya `balimau` itu tidak hanya dilakukan pada saat masuk bulan puasa. Tempatnya tidak dilakukan di tempat pemandian umum, tapi di tempat pemandian masing-masing dan bukan berpasang-pasangan,” katanya, dalam berita Antara.

Tradisi “balimau” sebenarnya untuk mengeratkan tali silaturrahim. Kemudian, menyucikan diri sejalan dengan ajaran agama Islam. “Islam itu sangat suka kebersihan dan kebersihan itu sebagian dari iman,” kata Sayuti Datuk Rajo Pangulu.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekerjasama Kalla Group, BMH Makassar Bagikan 2000 Paket Tas untuk Dhuafa
Tulisan selanjutnya PKS Minta RI Berperan Signifikan Hentikan Penindasan Muslim Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan

Berita
30 Juni 2026 19:51
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

Terbaru

  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?