Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Juli 2026 17:16 5:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juli 2026 17:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak Kejaksaan Jerman pada hari Kamis (2/7/2026) mendakwa Kyiv sebagai pihak di belakang aksi sabotase terhadap jalur pipa gas Nord Stream yang menyalurkan gas dari Rusia ke Eropa, sebuah kenyataan yang mencemarkan hubungan erat antara Kyiv dan pendukung militer utamanya, Berlin.

Serangan bom bawah laut di kawasan Baltik menghancurkan tiga dari empat pipa di dasar laut yang memasok kebutuhan sebagian besar energi berupa gas ke Jerman dari Rusia. Kebocoran yang ditimbulkan oleh ledakan tersebut melepaskan methane dalam jumlah besar ke atmosfer.

Dalam sebuah pernyataan yang memaparkan dakwaan yang diajukan terhadap salah satu tersangka, jaksa Jerman mengatakan bahwa terdakwa itu dan beberapa anggota militer Ukraina lainnya bertindak “atas perintah otoritas negara di Ukraina.”

Terdakwa tersebut ditangkap pada musim panas 2025 di Italia dan diekstradisi ke Jerman pada bulan November. Ketika itu dia diidentifikasi sebagai Serhii Kuznietsov, lansir AFP.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Kamis, pihak jaksa penuntut mengatakan terdakwa merupakan seorang prajurit di angkatan bersenjata Ukraina. Menyusul invasi Rusia atas wilayah Krimea pada Februari 2022, “ia dan sejumlah anggota militer Ukraina lainnya… membuat rencana untuk menghancurkan” jaringan pipa tersebut guna memutus sumber pendapatan negara Rusia dari ekspor gas ke Eropa.

Baca Juga

Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia

Jaksa Jerman mengatakan bahwa Kuznietsov memimpin sebuah tim yang terdiri dari beberapa penyelam profesional, seorang kapten kapal, dan seorang ahli bahan peledak, dan mereka menyewa sebuah kapal pesiar di pelabuhan Rostock, Laut Baltik Jerman, menggunakan dokumen identitas palsu.

“Dengan menggunakan kapal ini, terdakwa dan para kaki tangannya mengangkut sejumlah besar bahan peledak berkinerja tinggi yang cocok untuk penggunaan militer melalui perairan internasional ke suatu daerah di dekat Pulau Bornholm, Denmark,” kata jaksa penuntut.

Bahan-bahan peledak yang dibawa para pelaku kemudian disematkan pada jaringan pipa, berikut pengatur waktu dan detonatornya. Ledakan terjadi empat hari kemudian.

Kasus ini menjadi sebuah kecanggungan bagi Jerman dan Ukraina mengingat pemerintah Jerman merupakan pendukung militer terbesar bagi Ukraina dalam peperangan melawan Rusia. Kerusakan pipa gas itu mengganggu pasokan energi negara yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar di Eropa tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
Tulisan selanjutnya Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah

Berita
30 September 2026 19:02
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

Terbaru

  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
  • Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
  • Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan

30 September 2026 12:55
Berita

Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

29 September 2026 20:51
Berita

UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan

29 September 2026 20:47
Berita

Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi

29 September 2026 18:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?