Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gubernur Aceh: Pihak Sekuler Ingin Lemahkan Syariat Islam

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 Maret 2013 16:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, menyatakan, masih ada upaya melemahkan syariat Islam dari orang-orang yang memiliki pemikiran sekuler dan menganggap pemerintah tak perlu campur tangan dalam urusan agama.

“Sekulerisme yang diagungkan Barat tidak mungkin berlaku secara universal, sebab ada nilai agama dan budaya yang membatasinya. Islam juga sangat mengagungkan hak asasi manusia (HAM), tetapi HAM dalam pandangan Islam tidak sama dengan HAM ala Barat. Argumen HAM Barat kerap menyudutkan Islam,” kata Zaini Abdullah dalam pidatonya ketika membuka Seminar Islam Internasional Samudra Pase di Hall Masjid Agung Islamic Center, Lhokseumawe, Sabtu (16/3).

Gubernur Aceh yang akrab disapa Doto Zaini mengatakan, Islam merupakan akar budaya bagi kehidupan masyarakat Aceh, karena prinsip kehidupan dan kearifan lokal masyarakat Aceh dari konsep Islam. Ironisnya, masih ada sebagian anak muda Aceh yang lebih mencintai kehidupan dan kebebasan ala Barat. Malah ada yang ikut-ikutan berpendapat bahwa syariat Islam tidak perlu diatur negara, dan menganggap cara berpikir Barat adalah sumber kebenaran.

“Hingga saat ini upaya untuk melemahkan syariat Islam masih saja muncul dari orang yang yang memiliki pemikiran sekuler. Bahkan masih ada pihak yang merasa pemerintah tidak perlu campur tangan dalam penegakan syariat Islam. Mudah-mudahan dengan seminar ini bisa menjawab persepsi miring tersebut. Saya berharap rekomendasi yang dihasilkan seminar ini nantinya dapat memperkuat penegakan syariat Islam di Aceh,” tandas Zaini, dalam Serambi Indonesia.

Penganut paham sekuler, lanjut Zaini. menganggap urusan agama urusan pribadi, karenanya negara tidak boleh ikut campur. Kelompok tersebut lebih mengagung-agungkan hak asasi manusia dan kebebasan berekspsresi tanpa mempertimbangkan kearifan lokal.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Untuk meluruskan berbagai paham yang menyudutkan Islam (termasuk dalam urusan HAM), perlu penjelasan dengan argumen ilmiah berbasis sejarah Islam dan kearifan lokal. Seminar ini diharapkan bisa membuat masyarakat kita semakin cerdas memahami konsep hukum Islam dan mudah mementahkan argumen HAM Barat yang kerap menyudutkan Islam, kata Zaini Abdullah.

Seminar Islam Internasional Samudra Pase yang berlangsung di Lhokseumawe hingga Minggu (17/3) bertema “Islam, Government and Society: Elaborating Concept and Methods in Implementing Islamic Law and Local Wisdom in Aceh (Islam, Pemerintahan dan Masyarakat: Mengelaborasi Konsep dan Metode-Metode dalam Penerapan Syariat Islam dan Kearifan Lokal di Aceh).”

Seminar tersebut menghadirkan para pemakalah dari kalangan ulama dan pakar Islam, baik lokal, nasional maupun internasional, seperti Syeikh Muhammad Abdul Hayi ‘Uwainah (Mesir), Prof Dr Rohimi Shapiee (National University of Malaysia), Dr Marzuki Alie (Ketua DPR RI), Ir H Azwar Abubakar MSc (Menteri PAN dan RB), Ir H Tarmizi A Karim MSc (Kemendagri), Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA (Ketua MPU Aceh), Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA (Rektor IAIN Ar- Raniry), Buya Yahya Cirebon (Pimpinan Islamic School Al-Bahjah, Jawa Barat), Abuya Drs Tgk H Jamaluddin Waly (Rais Am Dayah Darussalam Labuhan Haji), Dr Abdullah Sani MA (IAIN Ar-Raniry), Tgk Zulkhairi MA (IAIN Ar-Raniry), dan Syech Muhajir SAg L.LM (STAI Zawiyah Cot Kala).

Tak Perlu Diadopsi

Ketua DPR RI Marzuki Alie menyatakan,  HAM ala Barat tak perlu diadopsi. Kita pedomani saja undang-undang yang telah disahkan daerah dan qanun syariat.

“Orang Barat yang mengagung-agungkan HAM ternyata tidak melaksanakan HAM dengan benar,” lanjut Marzuki Alie..

Ia  mengatakan, seminar Islam Internasional Samudra Pase ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Tentunya, pelaksanaan hukum syariat Islam di Aceh tak perlu memikirkan (takut) melanggar HAM, karena telah ada hukum dan qanun yang memuat aturan pelaksanaan hukum syariat.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Akan Cabut Biro Perjalanan Haji dan Umrah Bermasalah
Tulisan selanjutnya Mesir Temukan 14 Patung Kuno di Luxor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?