Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dianggap Antek Barat Sekolah Swasta Pakistan Larang Buku Malala

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 November 2013 10:00 10:00 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 November 2013 10:00
Bagikan
Malala Yousafzai.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekolah-sekolah swasta di Pakistan melarang peredaran buku Malala Yousafzai, remaja putri yang dipuji-puji Barat sebagai aktivis pendidikan dan HAM, karena dianggap sebagai antek Barat.

Malala mendapatkan perhatian internasional sejak tahun lalu, ketika tembakan Taliban mengenai bagian kepalanya, dalam sebuah serangan di baratdaya Pakistan. Malala kemudian merilis memoarnya berjudul “I am Malala” yang ditulis bersama jurnalis Inggris Christina Lamb.

Adeeb Javedani, presiden Asosiasi Manajemen Sekolah Swasta Seluruh Pakistan mengatakan hari Ahad (10/11/2013) bahwa organisasinya melarang buku itu dimasukkan ke perpustakaan 40.000 sekolah anggotanya.

Javedani mengatakan, Malala mewakili negara Barat, bukan Pakistan.

Kashif Mirza, ketua Federasi Sekolah Swasta Seluruh Pakistan, juga mengatakan organisasinya melarang buku Malala itu di sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan lembaganya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Malala “merupakan contoh bagi anak-anak, tetapi buku itu menjadikannya kontroversial,” kata Mirza dikutip Aljazeera.

“Melalui buku ini, dia menjadi sebuah alat di tangan kekuatan-kekuatan Barat. … Kami tidak menentang Malala. Dia adalah putri kami dan dia sendiri bingung dengan bukunya.”

Mirza mengatakan, buku itu kurang menunjukkan penghormatan kepada Islam, di mana nama Nabi Muhammad disebut tanpa “shallallahu’alaihi wasallam”.

Sebagaimana diketahui, penyebutan shallallahu’alaihi wasallam dibelakang nama Nabi Muhammad merupakan perintah dalam Islam, sebagai penghormatan kepada beliau.

Malala menjadi “pahlawan internasional” atas sikapnya menentang Taliban dan membela hak anak perempuan untuk bersekolah. Namun, teori konspirasi yang merebak di Pakistan menyebutkan bahwa peristiwa penembakan atas Malala merupakan rekayasa untuk menciptakan pahlawan demi kepentingan Barat.

Anak-anak lain, yang juga mengalami luka tembak saat berada di kendaraan yang sama dengan Malala tidak mendapatkan sorotan dan perhatian besar dari media internasional. Bahkan seorang teman perempuan Malala yang juga mengalami luka parah tidak banyak disebut.

Jutaan anak belajar di sekolah-sekolah swasta di Pakistan, karena sistem pendidikan negeri di negara itu buruk.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syiah Libanon Mengamuk Hassan Nasralah Jadi Guyonan di TV
Tulisan selanjutnya Polri Janji Usut Kasus Dugaan Perkosaan Kapolsek Jember pada Seorang Muslimah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?