Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

300

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2016 07:10 7:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2016 07:30
Bagikan
ilustrasi: Umar Bin Khattab dan pasukannnya
Bagikan

Oleh: Nugra Abu Fatah

 

ANGKA 300 mungkin akrab bagian yang pernah menyaksikan film Holywood ‘300‘, kisah 300 Sparta melawan puluhan ribu pasukan invasi Persia, ratusan tahun sebelum Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam lahir.

Film 300 merupakan film yang diangkat dari novel 300. Film yang dirilis Warner Bros. Pictures tanggal 9 Maret 2007ini  dibintangi oleh Gerard Butler, Lena Headey, David Wenham, Dominic West.

Namun 300 dalam tulisan ini adalah kisah 300 komando pasukan khusus Muslimin dalam menaklukkan benteng terkuat Persia di Tustar (perbatasan Iraq-Iran) pada detik-detik akhir lenyapnya imperium Persia, nenek moyang penganut Syiah.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Pasca Perang Qadisiyah yang menentukan dan menghancurkan Persia, Hurmuzan jendral Persia melarikan diri ke timur, Tustar, Iran saat ini, satu-satunya benteng tersisa dan terkuat yang dimiliki Persia.

Khalifah Umar bin Khathab ra menyurati jendral Muslimin, Saad bin Abi Waqqash ra untuk menghentikan konflik dengan Persia dan membuat perjanjian damai. Namun Persia tetaplah Persia, setelah dahulu kaisarnya merobek surat Nabi, dan setelah Nabi wafat, Persia mencoba mengganggu wilayah Muslimin di perbatasan terlebih dahulu, akhirnya, perjanjian damai pun diingkari Hurmuzan dengan melakukan konsolidasi pasukan perang Persia lagi.

Mendengar persiapan perang Persia, Umar memerintahkan pasukan di wilayah Kufah (Iraq), Basrah (Kuwait), Madain (Baghdad) dan sekitarnya untuk bergabung menuju Tustar, ratusan kilometer ke arah timur.

Pasukan gabungan yang bertemu di depan benteng perkasa Tustar ini berjumlah lebih 10.000 pasukan perang dari kavaleri dan infantri. Umar menunjuk sahabat Nabi, Abu Musa al Asy’ari sebagai panglima perang, bersama komandan Nu’man bin Muqarrin-Ammar bin Yassir dan meminta seorang ksatria diikutsertakan, namanya Majza’ah.

Kebenaran di Lidah dan di Hati Umar

Nampaknya intelijen Umar selalu update menyampaikan setiap peristiwa lengkap dengan naman-nama yang menonjol.

Hurmuzan memilih bertahan di benteng yang kuat secara strategi, pagar yang tinggi dan tebal, dikelilingi parit lebar dan dalam, penuh jebakan dan sangat sulit untuk ditembus. Dan nyatanya selama beberapa bulan pasukan Muslimin mencoba mendobrak selalu gagal. Terkadang pasukan Persia keluar benteng melakukan aksi hit and run, pukul dan lari kembali. Begitu terus hingga sepuluh bulan lebih lamanya tidak ada perkembangan. Khalifah Umar marah mengetahui lambannya progress penaklukkan benteng Tustar.

Suatu hari, masih dalam proses pengepungan, tiba-tiba sebuah panah melesat dari dalam benteng ke arah pasukan Muslimin. Terdapat pesan tertulis sebuah penawaran bantuan dari orang dalam Persia untuk membantu Muslimin memasuki benteng dengan syarat ia diberikan suaka politik. Abu Musa setuju, panah dilemparkan kembali, kemudian orang itu turun diam-diam menemui Muslimin dan menceritakan alasannya,”karena anggota keluargaku dibunuh oleh Hurmuzan.”

Ia meminta seorang pasukan Muslimin menemaninya menyusuri jalan rahasia melalui jalur air khusus yang tembus ke dalam benteng. Majza’ah terpilih untuk misi infiltrasi khusus ini. (Menurut riwayat lain intel khusus ini yakni Asyraf bin Auf).

Berangkatlah Majza’ah bersama orang dalam Persia ini menyusuri kelokan parit kecil yang cukup jauh dan sukar. Kadang lebar kadang sempit, licin dan terdapat beberapa jebakan. Setelah cukup lama, mereka keluar di lubang air tengah benteng Tustar. Dengan mengendap-endap mereka berkeliling mengenali situasi benteng hingga gerbang dan posisi Hurmuzan pun terlihat. Ingin sekali Majza’ah melepaskan panahnya yang pasti menewaskan Hurmuzan, namun pesan komandan tetap dilaksanakan sesuai objek misi yang ditentukan. Selesai mengenal situasi, Majza’ah kembali sendiri ke perkemahan Muslimin dan ia meminta bantuan 300 pasukan khusus menemaninya menembus garis belakang musuh melalui jalur air sebelumnya.

Abu Musa setuju dan menunggu komando untuk menyerang dari luar. Majza’ah berangkat dengan 300 komando pasukan khusus berpakaian dan senjata ringan menyusuri parit berbahaya. Banyaknya jebakan dan sukarnya jalur dimana kadang-kadang harus menyelam dan melelahkan sehingga hanya tersisa 80 orang yang selamat dan masih kuat keluar dari lubang parit di tengah benteng. Takbir menggema,”Allahu akbar !”

Hurmuzan dan pasukannya terkejut, Majza’ah dan pasukannya berhasil membuka gerbang dan masuklah pasukan Muslimin seperti air bah. Hurmuzan bertempur mati-matian, pasukan Persia lainnya berjatuhan sisanya melarikan diri. Namun kepiawaian Hurmuzan dalam perang tanding membuatnya berhasil menjatuhkan Bara bin Malik, pahlawan Perang Yamamah (perang melawan murtadin Musailamah di Yaman). Bara syahid, disusul Majza’ah yang sudah keletihan melintasi arung jeram yang berat. Hurmuzan lalu dikepung ratusan Muslimin, ia menyerah. Tustar takluk. Persia makin tertunduk. Hanya tinggal satu pertempuran terakhir yang membenamkan imperium Persia seribu tahun lamanya, Perang Nahawand.*

Penulis buku Panglima Surga. Bahan diambil dari -Mausuah al Hasan wal Husein dan  Fitnah Kubra oleh Muhammad Amhazun. Twitter: @nugrazee. Referensi: Sirah Umar bin Khathab oleh Muhammad Husain Haekal

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:300khalifah umarPerang QadisiyahPersiaspartansyiahUmar Bin Khattab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menimbang Keadilan Hukum Islam dalam Kasus Yuyun
Tulisan selanjutnya Pendidikan Membentuk Insan Adabi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Berita
17 Oktober 2026 09:35
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?