Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kematian Menjadi Makin Dekat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juli 2021 15:03 3:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2021 10:45
Bagikan
Bagikan

Covid-19 itu solid bersekutu melawan umat manusia, membuat manusia panik, terbukti mampu menghancurkan ekonomi suatu negara

oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | DALAM beberapa bulan ini saja, entah berapa banyak keluarga dan sahabat yang secepat kilat pergi meninggalkan kita. Belum lagi pemberitaan yang silih berganti memberitakan tentang kematian disebabkan virus Covid-19, terutama varian barunya, varian Delta dari India.

Delta merupakan varian baru, yang pertama kali muncul di India, entah oleh sebab apa. Para ahli masih menyelidikinya dan mencoba menemukan komposisi vaksin yang bisa menandingi varian baru itu. Bisa dimungkinkan, setelah seseorang di vaksin ia bisa terpapar varian baru itu, dan itu hal tidak aneh.

Sudah di vaksin masih terpapar, lalu untuk apa melakukan vaksin. Begitulah jalan pikiran mereka yang anti vaksin, mereka yang sebagian besar sudah kerasukan teori konspirasi. Teori yang tidak mampu bisa dibuktikan, tapi membuat suasana menjadi tidak menentu, dan polanya justru menimbulkan korban berjatuhan yang tidak kecil.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Mereka yang terpapar teori konspirasi itu kekeh dengan pendapatnya, seolah memahami bahwa teori konspirasi itu memang benar adanya. Maka  menolak vaksin jadi kredonya. Aktif ikut mengedarkan video yang memberitakan bahwa vaksin yang digunakan itu tidak ada gunanya.

Seolah jadi duta untuk mempengaruhi pihak yang sudah berketetapan hati dan bahkan memilih divaksin bagian dari ikhtiarnya, itu terus-menerus tiada henti. Bahkan video yang sama itu dikirim sampai dua bahkan tiga kali pada seseorang. Entah karena saking semangatnya sampai lupa kalau video yang sama sudah pernah dikirimnya, atau memang unsur kesengajaan agar tawarannya bisa diterima.

Covid-19 ternyata juga bisa buat keterbelahan di tengah-tengah masyarakat dalam menyikapinya. Mirip keterbelahan dalam pilihan politik, yang lalu memuncukkan julukan cebong dan kadrun. Covid-19 itu solid bersekutu melawan umat manusia, membuat manusia panik, terbukti mampu menghancurkan ekonomi suatu negara, bahkan menjadikan kematian yang seolah makin dekat dengan manusia.

Tapi justru manusia yang tidak kompak dalam memeranginya, dan itu yang terjadi. Ketidakkompakkan tidak saja tampak di negeri kita, tapi juga di belahan dunia lainnya.

Keterbelahan antara pro dan kontra atas penggunaan vaksin di tengah masyarakat itu nyata. Belum lagi pilihan merek vaksin yang itu memunculkan hal baru lagi. Perdebatan selanjutnya, bahwa merek ini lebih baik dari merek yang lain jadi bahan untuk mendiskreditkan merek yang sudah awal dipilih negeri ini. Di mana pada awalnya Sinovac buatan Cina, karena merk itu yang bisa didapat. Lalu muncul merk-merk lain yang diberikan, AstraZeneca diantaranya. Vaksin merek apapun itu bagian dari ikhtiar diri “berperang” dengan Covid-19.

Kematian Itu Soal Waktu

Berita kematian kawan, atau keluarga dekat sebelumnya terasa hal yang jarang ditemui. Tapi saat sekarang kematian orang terdekat menjadi hal biasa, seolah bisa tiap saat menghampiri. Kematian menjadi akrab hadir setiap waktu mengena siapa saja, termasuk kita calon yang menunggu giliran dipanggil-Nya Subhana Wa Ta’ala.

Jika orang-orang terdekat sudah lebih mendahului dipanggil-Nya, maka giliran kita pun sebenarnya sudah dekat. Semacam antri panjang, dan kita entah ada di barisan nomor berapa. Makin berada di barisan terdepan, itu tanda kita akan paling awal dipanggil menghadap-Nya.

Kematian memang soal waktu, dan akan mengena siapa pun, kaya-miskin, berkedudukan terhormat atau biasa-biasa saja, sholeh atau biasa-biasa saja, dan seterusnya. Yang pasti semua akan mempertanggung jawabkan apa yang dipunya (harta), pertanggungjawaban ilmu yang dipunya, dan kedudukan (pangkat/jabatan) digunakan sebaik-seadilnya atau sebaliknya. Semua akan diminta pertanggungjawaban atas semua yang dimiliki, tidak lagi ada kesombongan sebagai orang suci, berilmu dan kaya dihadapan-Nya.

Selayaknya, melihat orang-orang terdekat sudah lebih dahulu dipanggil-Nya, tidak ada pilihan lain untuk makin berbuat baik menurut-Nya. Tidak terus pamer sebagai “orang suci” yang sedang berada di pusaran sedang diperhitungkan masyarakat yang berada di sekelilingnya, lalu mengolok-olok pihak lain yang sedang tidak berdaya.

Hentikan semuanya itu, karena saat Allah menghentikan nafas maka tidak ada oksigen lain yang bisa membantu bertahan hidup. Saat itulah sebenarnya kita sudah ada di barisan terdepan mendapat giliran dipanggil-Nya. Tidak ada kesempatan tersisa diberikan-Nya, saat roh ditenggorokkan akan dicabut-Nya…

Tidak sedetik pun yang diminta manusia untuk bisa beringsut mundur dari kematian guna bisa menyelesaikan persoalan-persoalan duniawi yang “tertinggal” diizinkan-Nya.

Kematian rasanya sudah dekat mendekati siapa saja, bisa lewat pintu apa saja termasuk karena Covid-19. Mereka yang optimis melihat kematian sebagai keniscayaan kapan saja bisa datang, akan melakukan persiapan dengan sebaik-sebaiknya.

Saya dan Anda semua sebenarnya tidak ada yang tahu siapa yang lebih dahulu dipanggil-Nya. Ini hanya masalah waktu saja, siap atau tidak siap, tidak jadi perhitungan-Nya. Kematian adalah nasihat terbaik, bagi mereka yang mau berpikir. Wallahu a’lam. (*)

Kolumis, tinggal di Surabaya

Baca: artikel lain Ady Amar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Kematianvaksinvarian delta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ladang bisnis alkes Pesan Ustadz Das’ad Latif ke Pengusaha Alkes: Tolong Jangan Jadikan Covid-19 ini Sebagai Ladang Bisnis, Tak Berkah
Tulisan selanjutnya Bimtek dai Menag Yaqut: Rumah Ibadah Wilayah PPKM Darurat dan Zona Merah-Oranye Ditutup Sementara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Berita
27 Agustus 2026 15:03
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?