Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Intelektualisme dalam Pendidikan Akidah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 April 2021 11:30 11:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2021 11:30
Bagikan
Bagikan

Oleh: Kholili Hasib

Hidayatullah.com | TAHUN 2016 saya mengisi training pemikiran Islam di sebuah kampus terkemuka di Surabaya. Mayoritas peserta dari mahasiswa perguruan tinggi negeri di Surabaya.

Mahasiswa dari perguruan tinggi Islam tidak banyak. Materi yang saya sampaikan berjudul “Akidah dan Ilmu Kalam”.

Materi yang saya berikan lebih saya tekankan pada dasar-dasar serta framework pengkajian. Meski saya sentuh juga beberapa isu kalam yang lumayan mendalam. Seperti teori tentang teori wujud.

Saya terangkan tentang teori wujud karena salah satu sifat Allah Swt dari dua puluh itu adalah sifat wujud yang pertama. Pengertian wujud, perbedaan dengan ‘adam (tidak ada), kapan sesuatu itu disebut wujud dan kapan tidak. Lalu tentang tingkatan wujud (maratibul wujud). Allah Swt merupakan wujud paling tinggi.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Jika kajian ini diteruskan, maka akan sampai pada area kajian tasawuf. Justru para mahasiswa peserta training tertarik untuk meneruskan kajian pada area tasawuf. Tentu saja saya tidak berani. Karena harus ada dasar sebelumnya agar pemahaman yang diterima adalah utuh.

Beberapa pertanyaan mahasiswa saya simpan jawabannya.  Memang, kajian-kajian akidah dalam tradisi Madzhab Asy’ari ini akan membuka pada ‘gerbang’ tasawuf.

Kepentingan dari kajian seperti ini, sebagai contoh, mempelajari sifat pertama Allah yaitu wujud itu bukan saja pasti akan memahami hakikat Tuhan yang secara otomatis menafikan ateisme, akan tetapi mengajak mahasiswa untuk berfikir lebih tinggi lagi.

Materi “Akidah dan Ilmu Kalam” yang saya sampaikan merupakan ringkasan mata kuliah yang saya ajar di IAI Darullughah Wadda’wah Bangil. Saya mengajar mata kuliah ilmu kalam sejak 2017.

Di dalam training maupun di kelas kuliah, saya mendesign materi agar materi ini menjadi salah satu “latihan” berfikir tinggi.  Berfikir tertinggi itu berfikir pada level tasawuf.

Namun dasar pijakannya adalah akidah dan ilmu kalam. Ilmu akidah atau ilmu kalam mengajar untuk berfikir secara rasional. Pemikiran-pemikiran dan keyakinan menyimpang dijawab secara rasional dalam ilmu ini. Sehingga keyakinan-keyakinan tentang pokok-pokok akidah dapat dibuktikan secara aqliyah. Tetapi dalam tasawuf, berfikirnya sudah suprarasional. Satu tingkatan berfikir yang tinggi.

Mahasiswa, khususnya yang sedang belajar pada jurusan/program studi ilmu-ilmu alam, sangat perlu mendapatkan materi akidah ilmu kalam ini. Karena, disamping mengajak mahasiswa berfikir tinggi, mengasah akal dan menguji rasionalitas seorang Muslim. Juga  beberapa isu akidah yang terhubung dengan ilmu yang sedang ditekuni dalam program studinya.

Syaikh Ibrahim al-Laqqani menulis  sebuah syair: Fandzur ila nafsika tsumman taqil, lil ‘alam al-‘ulwi tsumma as-sufli (Kemudian berfikirlah tentang jiwamu kemudian tentang alam ulwi dan berlanjut kepada alam sufli). Syair ini ditulis di dalam karya nya berjudul Jauharatu at-Tauhid.

Kitab tentang ilmu akidah yang disusun dalam bentuk syair. Syaikh Ibrahim dalam kitab syarahnya menjelaskan bahwasannya salah satu cara mengenal Allah Swt (ma’rifatullah) adalah dengan melakukan penelaah tentang hakikat jiwa, menelaah tentang alam semesta ini. Ia kemudian menukil sebuah riwayat saidina Ali radhiallahu ‘anhu: Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu (barangisapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya).

Dengan demikian, media ma’rifatullah itu adalah diantaranya dengan melakukan penelitian terhadap diri dan alam semesta yang dapat dipelajari melalui ilmu sains.

Belajar ilmu akidah memang perlu diawali dengan dasar-dasar epistemologis, sebagai sebuah perangkat penting untuk membangun pondasi keyakinan dan pemikiran. Syaikh Al-Baijuri dalam Kifayatul Awam menerangkan tentang tiga macam hukum ilmu di awal kitabnya, yaitu; al-wajib, al-mustahil dan al-jaiz. Al-Wajib dibagi menjadi dua yaitu; dharuri (aksiomatis) dan nadzari (teoritis).

Imam Nasafi dalam kitab al-‘Aqaid memulai pembahasan akidah dengan pembahasan tentang sebab-sebab ilmu: Wa anna asbabal ilmi lil khalqi tsalasatun: al-hawas as-salimah wal-khabar as-shadiq wal aql (Sesungguhnya sebab-sebab ilmu itu ada tiga yaitu indra yang sehat, khabar shadiq dan akal). Imam Nasafi perlu menjelaskan sumber-sumber ilmu yang diakui Aswaja, sebab ada kolompok-kelompok yang menolak itu.

Di antara yang menolak itu adalah golongan sufastaiyyah. Golongan ini terbagi menjadi tiga. Pertama, Allaadriyah. Mereka golongan yang menjadikan keragu-raguan (syak) sebagai metode. Meragukan hakikat sesuatu. Bahkan mereka meragukan wujud mereka sendiri. Mereka ragu apakah dalam diri mereka atau dalam ilmu itu ada hakikatnya.

Kedua, Al-Inadiyyah. Golongan ini menolak (inad) terhadap kemungkinan manusia mencapai ilmu. Ilmu yang pasti ia ragui. Bahwa manusia tidak bisa sampai pada level pengetahuan mutlak.

Ketiga, Al-Indiyyah. Mereka kaum subjektivisme. Yaitu bahwa kebenaran itu tergantung oleh tiap-tiap golongan atau orang. Mereka mirip dengan kaum relativisme, yaitu merelatifkan kebenaran.

Dalam kitab al-Farqu baina al-Firaq karya Abdul Qahir al-Baghdadi juga demikian di dalamnya dijelaskan tentang pembagian ilmu menjadi tiga yaitu: ilmu badihi, ilmu hissi dan ilmu istidlali. Ilmu badihi adalah pengetahuan yang bersifat aksiomatis diperoleh tanpa penelitian penalaran terlebih dahulu. Ilmu hissi yaitu ilmu indrawi yang diperoleh melalui jalan pengindraan dan ilmu istidlali diperoleh melalui pembuktian dan penelitian.

Al-Baqillani memulai kajian ilmu kalam dengan penjelasan tentang hakikat ilmu, akal, nalar dan klasifikasi ilmu. Karena itu, pada masa fase awal ilmu kalam berkaitan dengan ilmu ushul. Atau dengan kata lain, kajian ilmu ushul itu bersentuhan dengan teologi.

Hal ini diakui oleh George Makdisi bahwa ilmu ushul yang dikodifikasi oleh Imam Syafi’i tidak ada yang baru. Kandungan kitab al-Risalah- nya berhubungan dengan ushul al-din. Sehingga Makdisi menyebut ilmu ini dengan Juridical Theology.

Menurut Makdisi, sebagaimana dirujuk oleh Nirwan Syafrin, tujuan Imam Syafi’i menkodifiksi ilmu ushul ini adalah untuk meletakkan dasar berpikir ilmiah untuk menentang pola pikir kalam yang pada saat itu dipresentasikan oleh kelompok Mu’tazilah (Jurnal Tsaqafah Vo. 5, No. I, Zulqa’dah 1429, hal. 9).

Dengan demikian, kepentingan belajar ilmu akidah bagi mahasiswa adalah, bukan sekedar dirasatul firaq (studi aliran-aliran/firqah), akan tetapi lebih dari itu bagaimana akidah menjadi the mother of science (induk ilmu pengetahuan). Pengkajian dengan framework seperti ini tentu saja sebuah pembahasan yang epistemologis.

Pendidikan akidah sudah saatnya memang tidak sempit seperti dirasatul firaq, namun bagaimana Pendidikan akidah itu menjadi kajian yang mengajak berfikir mahasiswa untuk berfikir lebih tinggi lagi. Banyak para ahli sains yang mengambil faidah dari teori-teori ahli kalam terdahulu.

Justru para mahasiswa yang studi ilmu-ilmu sains sangat membutuhkan ilmu akidah dengan framework seperti ini. Meningkatkan intelektualisme dan ‘radikalisme’. Yaitu radikalisme dalam arti berfikir mendalam dan sampai akarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmu kalamintelektualismependidikan akidahtasawuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Moda Transportasi dilarang mudik Tidak ada Mudik! Seluruh Moda Transportasi Dilarang Beroperasi dari 6 Hingga 17 Mei 2021
Tulisan selanjutnya Petinggi KAMI Gatot Nurmantyo Hadiri Sidang Petinggi KAMI, Gatot Nurmantyo Minta Agar Hakim Berlaku Adil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?