Seorang pejabat tinggi Polandia mengecam keras promosi LGBT yang dilakukan Black Eyed Peas dengan mengenakan ban lengan pelangi selama siaran spesial Malam Impian Tahun Baru di televisi.
Disaksikan 8,3 juta penonton, program Malam Impian Tahun Baru digelar secara live di resor ski Zakopane, Polandia.
Black Eyed Peas tampil di atas panggung mengenakan ban lengan pelangi. Penyanyi will.i.am sempat berterima kasih kepada warga Polandia atas “hati dan pikiran terbuka” mereka karena menampung perempuan dan anak-anak Ukraina di rumah mereka setelah invasi Rusia.
Dia kemudian mendedikasikan lagu milik band Where Is the Love? “kepada mereka yang mengalami kebencian sepanjang tahun”, terutama komunitas Yahudi, orang keturunan Afrika, dan komunitas LGBTQ.
Hal ini lantas memicu kecaman dari pejabat tinggi Polandia, yang mana pemerintahannya anti-LGBT.
“Promosi LGBT di TVP2. Memalukan! Ini bukan Malam Impian Tahun Baru, ini Malam Kemerosotan Tahun Baru,” kata Wakil Menteri Kehakiman Polandia Marcin Warchol di Twitter.
Warchol berasal dari koalisi partai junior, Polandia Bersatu, yang dikenal karena pertentangannya terhadap hak LGBT dan integrasi UE yang lebih besar.
Ketua partai tersebut, Menteri Kehakiman Zbigniew Ziobro bahkan mempertanyakan apakah tampilan ban lengan merupakan konsesi ke Brussel sebagai bagian dari potensi kompromi.
“Kekerasan, penghancuran gereja meludahi anak-anak dan merusak anak-anak… bendera LGBT adalah simbol intoleransi dan agresi,” tulisnya di Twitter pada Selasa.
Polandia, yang mayoritas beragama Kristen Katolik, termasuk salah satu negara yang paling relijius di Eropa meski keberadaan gereja tidaklah banyak.*
Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media