Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kondisi Kamp Pengungsi Rohingya Sangat Memprihatinkan

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 9 Desember 2012 20:54
Bagikan
Kamp pengungsi Muslim Rohingya sangat buruk dan penuh sesak/AP.
Bagikan

Hidayatullah.com–Valerie Amos, Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, hari Sabtu (8/12/2012) pada akhir kunjungan resmi empat hari ke Myanmar, mengatakan, kondisi di kamp-kamp yang menampung para korban kekerasan antar-komunal adalah salah satu yang terburuk yang pernah disaksikannya, karena kepadatan dan sanitasinya.
 
Amos mengunjungi delapan kamp di negara bagian Rakhine, Myanmar Barat, di mana bentrokan dan pembakaran tahun ini mengakibatkan hampir 200 orang tewas dan sekitar 115.000 mengungsi. Ia mengatakan, meskipun kondisinya tidak sama, kamp Myebon “terutama sangat mengejutkan.”
 
“Orang-orang di sana sangat berjejalan. Laki-laki, perempuan, dan anak-anak berada dalam tenda-tenda yang sebenarnya untuk jumlah lebih kecil. Sanitasi sangat kurang. Sangat sulit mencari air untuk mandi, masak, dan lain-lain. Tidak ada sekolah, dan anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah ke tempat lain,” ujarnya.
 
Ia mengatakan, kekerasan telah mengakibatkan luka yang dalam antara masyarakat Budha dan Muslim.

Walaupun ia menyambut baik reformasi politik di bawah Presiden Thein Sein yang ditemuinya, Amos juga meminta pemerintah menangani keprihatinan PBB.

Ia juga menawarkan bantuan PBB. Isu kewarganegaraan bagi Muslim Rohingya sangat peka di Myanmar. Banyak umat Budha menganggap warga Rohingya adalah orang Bengali .
 
PBB mengatakan bantuan 27 juta dolar telah diterima untuk pengungsi di negara bagian Rakhine, tetapi 41 juta dolar lagi dibutuhkan menjelang bulan Juni 2013.
 
Seperti dilansir VOA, Amos juga mengungkapkan keprihatinan atas ribuan pengungsi di negara bagian Kachin, Myanmar timur. Sekitar 75.000 orang terpaksa lari dari rumah mereka karena pertempuran antara pejuang Kachin dan tentara Myanmar.

Ia mengatakan, bantuan sangat dibutuhkan bagi 40.000 orang di daerah-daerah di mana PBB tidak bisa masuk.
 
Imbauan PBB bagi bantuan dan reformasi di Myanmar disambut baik oleh kelompok HAM Alternative ASEAN Network. Tetapi kelompok itu memperingatkan masyarakat internasional hendaknya memastikan bahwa pemerintah di ibukota, Naypyidaw, akan mematuhi berbagai rekomendasi PBB.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diabetes Menurunkan Kualitas Pendengaran
Tulisan selanjutnya Carter Kecam Serangan yang Dilakukan Drone

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?