Hidayatullah.com — Korban tewas dalam bom bunuh diri di sebuah masjid kompleks polisi kota Peshawar, Pakistan kini meningkat menjadi 88 orang setelah 26 jenazah ditemukan terkubur puing-puing, kata seorang pejabat.
Shafi Ullah, wakil komisaris Peshawar, ibu kota provinsi Khyber Pakhtunkhwa, membenarkan peningkatan korban dan mengatakan kepada wartawan bahwa 57 korban luka masih dirawat di rumah sakit, 10 diantaranya dalam kondisi kritis.
Sebelumnya, juru bicara Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar, Muhammad Asim, saat berbicara dengan Anadolu, menyebutkan jumlah korban sebanyak 83 orang.
Hampir 100 korban terluka telah dipulangkan dari rumah sakit, tambahnya.
Pada hari Senin, seorang tersangka pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya saat shalat Dzuhur di masjid di dalam Markas Polisi di Peshawar.
Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), sebuah kelompok terlarang, mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan pada hari Senin tetapi kemudian membantah terlibat dalam pernyataan yang diposting di situs web mereka.
Serangan itu, menurut kepala polisi Muhammad Ijaz Khaz, sangat kuat diyakini bom bunuh diri usai pihaknya menemukan bagian kepala pelaku dari tempat kejadian.
Operasi penyelamatan korban yang tertimbun reruntuhan bangunan berlangsung hingga malam hari.
Beberapa perwira polisi senior dan imam sholat termasuk dalam korban tewas.
Menteri Pertahanan Khawaja Asif mengatakan kepada saluran lokal Geo TV bahwa pelaku berdiri di shaf depan dan meledakkan dirinya segera setelah shalat dimulai.
“Begitu imam (pemimpin salat) mulai shalat, ada ledakan yang memekakkan telinga, yang melemparkan saya ke udara dan menghempas saya,” kata Mohammad Mushtaq, seorang petugas polisi yang terluka dalam ledakan itu, kepada wartawan di rumah sakit.
Di negara tetangga Afghanistan, pemerintahan Taliban mengutuk pengeboman itu, menyebutnya “bertentangan dengan ajaran Islam.”
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Taliban Afghanistan juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban yang meninggal dan terluka.
Sementara itu, pemerintah Khyber Pakhtunkhwa menetapkan hari Selasa sebagai hari berkabung di seluruh provinsi.
“Mengingat dua insiden yang paling disayangkan yaitu terbaliknya perahu yang penuh dengan anak-anak di Bendungan Tanda, Kohat pada 29-01-2023 dan serangan teroris di Garis Polisi, Peshawar pada 30-01-2023, menyebabkan hilangnya nyawa manusia, Pemerintah Provinsi dengan rasa sedih dan duka yang mendalam mengumumkan hari Selasa sebagai hari berkabung di seluruh Provinsi Khyber Pakhtunkhwa,” kata sebuah pemberitahuan.
“Bendera Nasional Pakistan akan berkibar setengah tiang di seluruh Provinsi Khyber Pakhtunkhwa,” tambahnya.
4 Militan Tewas
Empat militan tewas dalam operasi gabungan berbasis intelijen oleh pasukan keamanan dan polisi terhadap teroris di distrik Swabi dan Dera Ismail Khan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Menurut polisi, operasi gabungan itu dilakukan setelah Departemen Penanggulangan Terorisme (CTD), polisi, dan badan intelijen menerima informasi tentang keberadaan militan di desa Hind di Swabi pada Senin.
Gerilyawan menembaki pasukan keamanan dan polisi, tetapi dua dari mereka meledakkan diri dan yang ketiga menyerah, kata mereka, menambahkan bahwa dua petugas polisi juga terluka selama operasi itu.
Secara terpisah, dua gerilyawan tewas di distrik Dera Ismail Khan saat berhadapan dengan pasukan keamanan di daerah Loni pada Senin.
Sebuah operasi pencarian dilakukan di daerah tersebut berdasarkan informasi tentang keberadaan teroris, surat kabar lokal Dawn melaporkan mengutip sumber tanpa nama, yang juga mengatakan sejumlah besar senjata juga ditemukan dari kepemilikan para teroris yang terbunuh.*