Hidayatullah.com– Gempa Turki yang memakan korban jiwa lebih dari 37.000 orang di Turki – Suriah mengetuk jiwa para santri di Gunung Tembak (Gutem), Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (14/02/2023).
Setidaknya ratusan santri cilik di Kelompok Bermain Al-Aulad dan Raudhatul Athfal Raadhiyatan Mardhiyyah (KB-RA) Gunung Tembak melakukan penggalangan dana. Selain itu, ratusan santri pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra melakukan penggalangan dana di hari yang sama.
Tampak suasana seru saat kegiatan penggalangan dana ini dilakukan bekerja sama dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kaltim. Anak-anak terlihat antusias mengumpulkan dana yang mereka galang dan bawa dari rumah masing-masing. Santri dan para walinya menyambut baik kegiatan penggalangan dana tersebut.
“Alhamdulillah, wali murid KB-RA merespons dengan baik ajakan menyalurkan infak untuk korban gempa Turki dan Suriah,” ujar Kepala KB RA Mujtahidah kepada hidayatullah.com.

Untuk lebih memeriahkan acara, BMH menghadirkan maskot. Anak-anak pun terlihat semakin menikmati kegiatan penggalangan dana itu. Mereka membawa uang dengan nilai bervariasi.
“Kami bersyukur penggalangan dana ini dikemas dengan cara inovatif dan kreatif sehingga anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain menumbuhkan sikap peduli dan gemar berbagi, anak-anak juga mendapat hiburan dari maskot BMH,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan itu dapat menjadi penguat pondasi kebaikan dalam diri para peserta didik.
Menurut Kepala MI RM Putra Jalaluddin, penggalangan dana ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap korban gempa di Turki.
Diketahui, hingga Selasa (14/02/2023), gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 itu telah menelan lebih dari 37.000 orang.
“Merespons musibah tersebut, kami MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putra bersama BMH sebagai lembaga zakat dan kemanusiaan turut prihatin dan melakukan Aksi Galang Dana untuk membantu korban gempa di Turki,” jelas Jalal, sapaannya, dalam surat resminya, Senin (13/02/2023) diterima hidayatullah.com.
Sebelum penggalangan dana itu, pihak sekolah telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada orang tua/wali setiap murid.
“Kami mengajak wali murid semua ikut bersama menyalurkan kepeduliannya membantu korban gempa di Turki sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan kita,” tambah guru yang juga alumnus STAIL Surabaya itu.
Tak lupa ia mengajak warga masyarakat untuk turut serta menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa Turki dan Suriah yang terjadi pada Senin (06/02/2023) tersebut. Penyaluran dana kepedulian tersebut kepada lembaga resmi terpercaya.
“Mari salurkan sedekah terbaik kita bersama lembaga terpercaya Baitul Maal Hidayatullah,” ajaknya.
Berapa jumlah dana yang terkumpul dari penggalangan dana oleh santri MI RM Putra itu?
“Rp 4 juta kurang dikit. Masih ada kelas yang belum,” jawabnya di Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak.
Jumlah itu belum termasuk dana yang terkumpul di KB-RA.
Memang, dana hasil penggalangan itu diserahkan ke BMH untuk kemudian disalurkan ke Turki.

Santri Iba terhadap Korban Gempa
Muwahhid, santri kelas 2 A MI RM Putra, mengaku senang bisa turut berbagi kepedulian terhadap korban gempa Turki. “Senang,” akunya saat dikonfirmasi.
Ia mengaku iba terhadap kondisi para korban di Turki.
“Mereka lagi musim dingin, baru mereka enda punya makanan sama rumah. Ada anak yang ayahnya sudah mati,” tuturnya kepada hidayatullah.com.
“(Saya) kasihan (sama mereka),” tambahnya. Ia mengaku mendapatkan informasi seputar gempa Turki dari ayahnya yang mengajaknya melihat-lihat berita tersebut di media sosial.* (SKR/MCU)